Bengkulu (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu mengajak seluruh pihak untuk menyukseskan Sensus Ekonomi (SE) 2026 dan menjamin kerahasiaan data masyarakat serta pelaku usaha sebagai responden sehingga tidak perlu khawatir ketika memberikan informasi kepada petugas sensus.
"BPS menjamin kerahasiaan data responden. Data yang diberikan tidak akan digunakan untuk kepentingan pajak, audit, maupun investigasi. Publikasi hasil sensus hanya dalam bentuk agregat,” kata Kepala BPS Provinsi Bengkulu Win Rizal di Bengkulu, Senin.
Kerahasiaan tersebut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 agar nantinya BPS mendapatkan data secara jujur dan lengkap sesuai kebutuhan sensus.
Kemudian, menurut dia seluruh informasi yang dikumpulkan petugas sensus hanya digunakan untuk kepentingan statistik dan menjadi dasar pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih tepat sasaran.
"Seluruh informasi yang dikumpulkan dijamin kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik,"mata dia.
Win Rizal menjelaskan Sensus Ekonomi 2026 merupakan momentum untuk memotret kondisi perekonomian daerah secara menyeluruh, mulai dari struktur usaha, perkembangan ekonomi digital, ekonomi hijau, hingga kondisi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
"Melalui Sensus Ekonomi 2026, kami ingin mendapatkan gambaran utuh mengenai struktur dan karakteristik usaha di Bengkulu. Data ini nantinya menjadi dasar penting bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih tepat sasaran," ucapnya.
Dia menyebutkan sensus ekonomi dilaksanakan setiap 10 tahun sekali sesuai amanat Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1960 tentang Sensus dan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik.
Pendataan mencakup seluruh pelaku usaha di berbagai sektor ekonomi, kecuali administrasi pemerintahan dan aktivitas rumah tangga.
Pelaksanaan pendataan SE2026 dilakukan melalui dua metode yakni pengisian kuesioner secara mandiri melalui daring dan pendataan langsung oleh petugas lapangan.
Pengisian mandiri dijadwalkan berlangsung mulai 1 Mei hingga 31 Agustus 2026, sedangkan pendataan dari rumah ke rumah dilakukan mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
Win Rizal mengajak seluruh pelaku usaha di Bengkulu berpartisipasi aktif menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 dengan memberikan data yang akurat.
"Kami berharap dukungan seluruh pihak, baik pemerintah daerah, asosiasi usaha, maupun masyarakat. Keberhasilan Sensus Ekonomi sangat bergantung pada partisipasi pelaku usaha dalam memberikan informasi yang akurat," katanya.
Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama pelaku usaha di Balai Raya Semarak Bengkulu.
Pewarta: Boyke Ledy WatraUploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.