Jakarta (ANTARA) - Final Liga Europa 2025/2026 antara wakil Jerman Freiburg melawan wakil Inggris Aston Villa akan digelar dini hari nanti, Kamis (21/5) pukul 02.00 WIB, di Stadion Tupras, Istanbul, Turki.
Laga final ini akan mengantarkan kedua tim menuju kejayaan di kompetisi antar klub teratas kedua Eropa untuk pertama kalinya, setelah kedua tim belum ada yang memenangi turnamen ini.
Tak hanya menyoroti pertarungan pemain di lapangan, laga nanti juga akan menjadi panggung "sang raja" turnamen ini, Unai Emery, menghadapi pelatih debutan yang mencapai final Liga Europa, Julian Schuster.
Bukan hanya debutan di final, Schuster, yang memulai karier di dunia kepelatihan pada 2018, juga baru musim ini menukangi sebuah tim berlaga di kompetisi Eropa.
Sebagai perbandingan, Emery sudah paham betul caranya memenangi turnamen ini setelah memiliki pengalaman memimpin sebuah tim dalam 108 laga di kompetisi kasta kedua Eropa ini sejak 2009.
Dari 108 pertadingan, ia mengantongi 71 kemenangan, 22 seri, dan 15 kekalahan, dengan total gol yang timnya cetaka dalah 227 gol dan kebobolan 116 gol.
Emery dijuluki "Mister Europa League" atau "Raja Liga Europa" setelah empat gelar yang berhasil ia menangkan dari lima edisi masuk final. Empat gelar yang dimenangkan pelatih asal Spanyol itu terdiri dari tiga kali bersama Sevilla ketika menjadi juara berturut-turut pada 2013/2014, 2014/2015, dan 2015/2016, serta satu kali bersama Villarreal pada musim 2020/2021.
Empat kemenangan di final ini Emery persembahkan saat timnya mengalahkan tim-tim kuat Eropa, termasuk Liverpool-nya Jurgen Klopp pada 2015/2016 dan Manchester United-nya Ole Gunnar Solskjaer.
Sementara itu, satu-satunya kekalahan yang dirasakan Emery adalah saat menukangi Arsenal pada 2018/2019, yang ketika itu mereka dikalahkan Chelsea pada partai puncak yang kala itu ditukangi Maurizio Sarri.
Titel pelatih tersukses di Liga Europa paling mendekati Emery adalah Giovanni Trapattoni dengan tiga gelar, yaitu bersama dua kali bersama Juventus dan satu kali bersama Inter Milan. Trapattoni, pelatih Italia yang kini berusia 87 tahun, sudah lama pensiun dari dunia sepak bola pada 2013.
Perjalanan musim ini
Baik Freiburg dan Villa sama-sama superior menjalani kompetisi Liga Europa musim ini. Freiburg menyelesaikan babak liga di posisi ketujuh dengan 17 poin, hasil lima kemenangan, dua seri, dan satu kekalahan.
Pewarta: Zaro Ezza SyachniarUploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.