Bengkulu (ANTARA) - Wakil Gubernur (Wagub) Bengkulu Mian menilai kebijakan ekspor satu pintu yang akan diterapkan Presiden Prabowo Subianto nantinya dapat melindungi petani agar menerima harga yang layak dari hasil panen mereka.
“Kita yakin kebijakan Presiden Prabowo ini untuk mengontrol ekonomi kita,” kata Wagub Mian di Bengkulu, Minggu.
Menurut dia, pemerintah daerah perlu memberikan penjelasan kepada masyarakat bahwa langkah yang diambil Pemerintah Pusat bertujuan memperbaiki tata kelola ekspor komoditas, termasuk di sektor sawit dan melindungi kepentingan petani dalam jangka panjang.
Menurut dia pemerintah saat ini mendorong transparansi dalam tata kelola ekspor sehingga tidak ada lagi praktik ekspor yang tidak tercatat, ekspor melalui pihak lain, maupun tindakan penggelembungan yang dapat merugikan negara dan masyarakat.
“Kita telah melaksanakan rapat (pada Jumat, terkait turunnya harga sawit) untuk memberikan keteduhan dan ketenangan kepada masyarakat bahwa kebijakan yang dibuat pemerintah bertujuan melindungi petani di daerah. Pemerintah saat ini membutuhkan transparansi, tidak ada lagi ekspor titip-titip, data yang tidak tercatat di negara, maupun praktik mark up. Ini harus kita berikan pengertian kepada masyarakat," ujar dia.
Sementara itu, menurut Mian, penyebab turunnya harga sawit di Sumatera, termasuk Bengkulu, masih perlu ditelusuri lebih lanjut sehingga pemerintah daerah belum dapat menyimpulkan faktor utama yang menyebabkan penurunan harga tersebut.
Karena itu, dia meminta seluruh kepala dinas terkait di kabupaten dan kota turun langsung ke pabrik kelapa sawit untuk mencari informasi mengenai penyebab penurunan harga yang terjadi di tingkat petani.
Dia juga mengingatkan pabrik kelapa sawit agar tidak menurunkan harga pembelian TBS secara sepihak sebelum terdapat kebijakan resmi yang menjadi dasar perubahan harga.
Saat ini harga ketetapan TBS sawit berada di angka Rp3.465 per kilogram. Namun dalam dua hari terakhir, sejumlah petani sawit di beberapa kabupaten mengeluhkan harga TBS yang mengalami penurunan tajam di tingkat pabrik maupun pengepul.
Pewarta: Boyke Ledy WatraUploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026