Kepahiang, Bengkulu (ANTARA) - PT PLN Indonesia Power UBP Bengkulu bersama inisiasi Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) Annur Kompleks PLTA Ujan Mas, Kabupaten Kepahiang melakukan penyembelihan 15 ekor hewan kurban untuk dibagikan kepada masyarakat di wilayah itu.
Manajer PT PLN Indonesia Power UBP Bengkulu Ariful Bahri dalam keterangan di Kepahiang, Jumat, mengatakan penyembelihan hewan kurban tersebut mereka laksanakan Kamis (28/5), di area bendungan atau intake PLTA Musi Ujan Mas Kepahiang
"Ada 15 ekor hewan kurban yang disembelih, terdiri dari tujuh ekor sapi, satu ekor kerbau dan tujuh ekor kambing. Proses penyembelihan, pembersihan dan pengemasannya dilakukan panitia yang sudah terlatih," kata dia.
Dia menjelaskan Idul adha 1447 Hijriah menjadi sarana penting memperkuat nilai silaturahim, kepedulian, kebersamaan, dan semangat berbagi kepada sesama.
"Melalui penyaluran daging kurban ini, kami berharap dapat memberikan manfaat dan kebahagiaan bagi masyarakat sekitar serta mempererat sinergi yang telah terjalin baik antara perusahaan dengan stakeholder dan lingkungan sekitar operasional," katanya.
Ketua Panitia Kurban PT PLN IP UBP Bengkulu Verga menjelaskan proses penyembelihan dan pendistribusian daging kurban ini secara gotong royong oleh kepanitian yang terdiri pegawai dan masyarakat sekitar.
"Alhamdulillah, dari total hewan kurban yang disembelih ini panitia bisa berhasil mengemas kurang lebih 1.650 bungkus daging kurban berkualitas," kata dia.
Dia mengatakan daging kurban mereka bagikan dengan prioritas masyarakat yang kurang mampu serta warga yang tinggal di lingkungan sekitar perusahaan di Ujan Mas Atas dan Desa Susup, Kabupaten Bengkulu Tengah.
"Pembagian daging kurban ini sebagai bentuk nyata kepedulian sosial sekaligus upaya mempererat tali silaturahmi antara keluarga besar PLN dengan masyarakat di lingkungan sekitar," demikian Verga.
Pewarta: Nur MuhamadUploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.