Moskow (ANTARA) - Pendiri Cockroach Janata Party (CJP), Abhijeet Deepke, berencana menggelar aksi damai di New Delhi untuk menuntut pengunduran diri Menteri Pendidikan India Dharmendra Pradhan, demikian pernyataan gerakan politik tersebut pada Senin.
Gerakan politik satir yang didirikan anak muda India pada pertengahan Mei itu dengan cepat menjadi kekuatan populer di media sosial.
Akun Instagram CJP kini memiliki lebih dari 20 juta pengikut, melampaui akun resmi Partai Bharatiya Janata (BJP) yang berkuasa dengan sekitar sembilan juta pengikut.
“Pendiri CJP Abhijeet Deepke akan kembali ke India pada 6 Juni untuk memimpin aksi damai di Jantar Mantar, New Delhi, menuntut pengunduran diri Menteri Pendidikan,” tulis partai tersebut di media sosial.
Aksi tersebut menyoroti polemik ujian masuk nasional perguruan tinggi India.
Lebih dari 10 juta siswa disebut terancam masa depannya, bahkan beberapa dilaporkan kehilangan nyawa.
The Indian Express melaporkan hasil ujian masuk kedokteran (NEET) pada Mei 2026 dibatalkan akibat kebocoran soal, yang memicu keresahan publik dan dua siswa dilaporkan bunuh diri.
Melalui akun pribadinya di X, Deepke menyerukan kaum muda menggunakan “hak konstitusional” mereka untuk bergabung dalam aksi dan menuntut pemerintah bertanggung jawab atas keputusan Kementerian Pendidikan.
Menurut Hindustani Times, Deepke yang berusia 30 tahun sebelumnya pindah ke Amerika Serikat untuk menempuh studi pascasarjana di Universitas Boston, Massachusetts.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Pewarta: Aditya Eko Sigit WicaksonoUploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026