Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu mengupayakan percepatan penyelesaian persoalan irigasi untuk mengoptimalkan pemanfaatan Program Cetak Sawah Rakyat 2026 di sejumlah wilayah di provinsi itu.

"Sawah sudah dicetak, tetapi air belum mengalir. Ini yang harus segera kita carikan solusinya bersama. Jangan sampai program yang sudah berjalan baik justru dianggap gagal karena persoalan irigasi belum terselesaikan,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu Herwan Antoni usai memimpin rapat evaluasi Program Cetak Sawah Rakyat 2025 di Kantor Gubernur Bengkulu, Selasa.

Dia mengatakan pemerintah harus memastikan lahan yang telah dicetak dapat dimanfaatkan masyarakat secara optimal melalui dukungan jaringan irigasi yang memadai.

Menurut dia, perangkat daerah, pemerintah kabupaten, Balai Wilayah Sungai (BWS), dan TNI, perlu bersama-sama mencari solusi agar pasokan air segera tersedia untuk lahan sawah yang sudah dicetak.

Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu melaporkan Bengkulu memperoleh alokasi cetak sawah seluas 2.200 hektare pada 2026. Dari total tersebut sebanyak 1.542,57 hektare telah memiliki Survei Investigasi dan Desain (SID), sedangkan 861,9 hektare telah memasuki tahap konstruksi.

Sebagian lokasi bahkan telah memasuki masa tanam dan panen dengan total sekitar 319,9 hektare yang tersebar di Kabupaten Bengkulu Utara, Seluma, dan Rejang Lebong.

Rapat evaluasi juga menyoroti lahan cetak sawah di Desa Tanjung Gelang, Kabupaten Rejang Lebong, seluas sekitar 572 hektare yang belum dimanfaatkan optimal karena pasokan air irigasi belum tersedia sesuai kebutuhan.

Herwan menyebut pemerintah daerah telah melakukan berbagai upaya, termasuk pembangunan jaringan perpipaan dan koordinasi dengan Pemerintah Pusat untuk mendukung kebutuhan irigasi.

Namun, kata dia, masih diperlukan kajian teknis lanjutan untuk mengalirkan air ke kawasan sawah dengan kondisi kontur tertentu. Pemprov Bengkulu juga telah memperoleh dukungan tambahan dari pemerintah pusat untuk penyempurnaan jaringan perpipaan di kawasan cetak sawah tersebut.

Perwakilan Kodim Bengkulu menyatakan dukungan terhadap penyelesaian persoalan irigasi dan menilai keterlibatan tenaga ahli hidrologi serta sistem perpipaan diperlukan agar solusi sesuai dengan kondisi lapangan.

Pemprov Bengkulu menegaskan program cetak sawah diarahkan tidak hanya untuk menambah luas lahan pertanian, tetapi juga meningkatkan produktivitas dan ketahanan pangan daerah.



Pewarta: Boyke Ledy Watra
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026