Mukomuko Bengkulu (ANTARA) - Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, saat ini masih mengkaji usulan agar kegiatan pengeringan Irigasi Air Manjuto dikurangi dari dua kali menjadi sekali dua tahun guna meningkatkan produktifitas tanaman padi petani setempat.

"Itu baru usulan dari petani karena itu harus digulirkan dan jadi bahan kajian semua pihak karena yang berkepentingan di sana itu bukan kami saja," kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko Hari Mastaman di Mukomuko, Rabu.

Kalangan petani di wilayah Kabupaten Mukomuko yang menggunakan Irigasi Air Manjuto meliputi sayap kanan dan sayap kiri mengusulkan agar pengeringan irigasi dilaksanakan sekali dua tahun.

Menurut Hari, pihak yang berkepentingan di dalam kawasan Irigasi Air Manjuto bukan Dinas Pertanian saja, ada juga pihak teknis seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang setempat dan instansi lain.

Pemerintah selama ini mengeluarkan kebijakan terkait pengeringan irigasi sekali setahun untuk membangun saluran irigasi yang rusak supaya air mengalir lancar ke petak sawah milik petani.

"Biasanya aktivitas pengeringan air irigasi setiap bulan September atau menyesuaikan dengan kegiatan pembangunan jaringan irigasi tersebut," ujarnya.

Dia menjelaskan, kebijakan pemerintah daerah melakukan pengeringan air irigasi di daerah ini setahun sekali itu berlaku baik di sayap kanan maupun sayap kiri.

Selanjutnya, pihaknya melakukan kajian usulan agar pengeringan irigasi sekali dua tahun bersama dengan berbagai pihak terkait termasuk komisi irigasi.

Sementara itu, dia menyebutkan, luas lahan persawahan milik petani di sejumlah wilayah ini yang masuk dalam kawasan Irigasi Air Manjuto tersebut berkisar 2.300 hektare hingga 2.500 hektare. 

 

 

 



Pewarta: Ferri Aryanto
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026