Kota Bengkulu (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Bengkulu mencatat sejak Januari hingga awal Juni 2026 penyerapan gabah dan beras milik petani di wilayah Provinsi Bengkulu telah mencapai 3.867 ton.

Capaian tersebut merupakan bagian dari kontribusi Kanwil Bengkulu dalam mendukung keberhasilan pengadaan gabah dan beras nasional serta penguatan cadangan beras pemerintah (CBP).

"Realisasi serapan sebesar 3.867 ton setara beras di wilayah kerja Kanwil Bengkulu menunjukkan komitmen kami untuk terus hadir di tengah petani, memastikan hasil panen terserap secara optimal, serta mendukung penguatan ketahanan pangan nasional," kata Pimpinan Perum Bulog Kanwil Bengkulu, Dody Syahrial di Kota Bengkulu, Kamis.

Ia menyebut bahwa capaian tersebut dilaksanakan dalam upaya menjaga keseimbangan antara perlindungan petani, penguatan cadangan pangan pemerintah, dan stabilitas harga pangan nasional.

Capaian realisasi penyerapan gabah tersebut tidak terlepas dari kolaborasi, kerja sama, bahu membahu semua lintas baik dari petani, Pemerintah Daerah, TNI, Polri, Bulog, serta pihak terkait lainnya yang ada dalam mencapai swasembada pangan dan ketahanan pangan nasional.

Dody menerangkan, capaian serapan tersebut berdampak terhadap penguatan stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang saat ini berada pada level tertinggi dalam sejarah modern pengelolaan pangan nasional.

Saat ini, ketersediaan stok beras yang dikelola Bulog secara nasional telah melampaui 5 juta ton sehingga memberikan jaminan ketersediaan pangan yang kuat untuk menghadapi berbagai kebutuhan pemerintah, seperti stabilisasi harga, bantuan pangan, hingga mitigasi potensi bencana dan gejolak pasar.

Untuk itu, pihaknya optimistis target pengadaan 4 juta ton setara beras pada tahun 2026 dapat tercapai bahkan sebelum akhir tahun.

"Keberhasilan serapan ini bukan hanya angka, tetapi wujud nyata keberpihakan negara kepada petani dan komitmen bersama dalam mewujudkan swasembada pangan nasional," sebut dia.



Pewarta: Anggi Mayasari
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026