Jakarta (ANTARA) - Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengawal agar produksi telur peternak di Kabupaten Blitar, Jawa Timur, terserap optimal melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan harga yang baik sehingga menjaga stabilitas harga di tingkat peternak.
Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas, Maino Dwi Hartono mengatakan pihaknya mendapat arahan dari Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk turun langsung ke Blitar guna memantau perkembangan kondisi peternak telur.
"Kami hadir di Blitar mendengar sekaligus bersama-sama pemerintah daerah untuk mengambil langkah-langkah solusi," kata Maino dalam keterangan sebagaimana dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.
Dia menyampaikan kehadiran pihaknya di Blitar untuk mendengar langsung aspirasi para peternak telur terkait kondisi kurang idealnya harga telur di tingkat produsen.
"Ibu Kepala Badan Gizi Nasional juga sudah menyampaikan agar SPPG-SPPG langsung menyerap (telur) peternak, langsung melalui koperasi atau asosiasi. Kenapa melalui koperasi asosiasi? Tentunya itu sebuah kelembagaan yang mempermudah administrasi teman-teman SPPG," tambah Maino.
Dia mengatakan dalam pertemuan bersama Wakil Bupati Blitar Beky Herdihansah telah diputuskan solusi sebagai penyangga peternak telur Kabupaten Blitar, pertama mitra SPPG di daerah itu bersedia menggunakan menu telur dalam program MBG minimal dua kali dalam seminggu.
Kedua, asosiasi/koperasi peternak telur rakyat di wilayah itu bersedia menyediakan suplai telur dan mengantar ke lokasi dapur mitra SPPG sesuai dengan standar kualitas yang telah disepakati.
Ketiga, mitra SPPG di Blitar dan asosiasi/koperasi peternak telur rakyat di Blitar sepakat transaksi jual beli telur dengan harga Rp24.000 per kilogram dan akan dinaikkan secara bertahap sesuai dengan Harga Acuan Pemerintah (HAP).
"Kesepakatan bersama ini dapat diperbaiki sewaktu-waktu," jelasnya.
Pewarta: Muhammad HariantoUploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.