Rejang Lebong, Bengkulu (ANTARA) - Perum Bulog Cabang Rejang Lebong yang membawahi tiga kabupaten di Provinsi Bengkulu saat ini tengah melakukan percepatan penyaluran bantuan pangan beras dan pendistribusian beras Program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) guna mengantisipasi dinamika harga di pasaran.

Pimpinan Cabang Perum Bulog Rejang Lebong A Musalim Yudha saat dihubungi di Rejang Lebong, Senin, mengatakan pemerintah pusat telah menyiapkan berbagai instrumen untuk menjaga stabilitas harga, salah satunya lewat optimalisasi penyaluran beras ke pasar rakyat dan kelompok penerima manfaat.

"Hingga awal Juni 2026 stok beras yang dikelola Bulog Rejang Lebong mencapai 1.000 ton. Jumlah ini sangat memadai untuk memenuhi kebutuhan program bantuan pangan, SPHP, serta berbagai intervensi pemerintah," katanya.

Dia menjelaskan hingga 8 Juni 2026 penyaluran bantuan pangan beras di wilayah kerja Bulog Rejang Lebong yang meliputi Kabupaten Rejang Lebong, Kepahiang, dan Lebong, telah terealisasi sebesar 94,57 persen.

Total beras yang sudah digelontorkan pihaknya mencapai 1.374 ton dan telah diterima oleh 68.713 Penerima Bantuan Pangan (PBP) dari total target keseluruhan sebanyak 72.659 PBP. Pihaknya menargetkan program ini rampung 100 persen sebelum akhir Juni 2026.

Menurut dia, percepatan penyaluran bantuan tersebut diyakini akan memberikan dampak langsung terhadap penguatan daya beli masyarakat, sekaligus membantu meredam tekanan harga beras di tingkat konsumen.

Selain bantuan pangan, Bulog Rejang Lebong juga mengoptimalkan distribusi beras SPHP hingga mencapai 1.150 ton ke berbagai saluran resmi, seperti pasar tradisional, kios pangan, Gerakan Pangan Murah (GPM), dan jaringan pengecer yang bekerja sama dengan pemerintah daerah.

"Beras SPHP merupakan instrumen strategis pemerintah untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh beras dengan harga yang terjangkau. Oleh karena itu penyalurannya terus kami perluas," ujarnya.

Musalim menegaskan kombinasi antara bantuan pangan dan beras SPHP terbukti efektif dalam menjaga keseimbangan pasokan di pasar, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir mengenai kecukupan pangan.

Bulog memastikan seluruh Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola saat ini berada dalam kondisi aman dan siap digunakan sewaktu-waktu untuk mendukung kebijakan stabilisasi nasional.

"Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang, karena stok beras dalam kondisi sangat mencukupi. Bulog bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) akan terus memastikan harga beras tetap stabil dan kebutuhan masyarakat terpenuhi," kata Musalim Yudha.



Pewarta: Nur Muhamad
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026