Bengkulu (ANTARA) - Sebanyak 1.167 peserta haji asal Bengkulu telah kembali ke Tanah Air hingga Senin 8 Juni 2026 dan 175 orang lainnya masih berada di Makkah, Arab Saudi, menunggu jadwal kepulangan berikutnya.
"Sebanyak 1.167 haji Bengkulu telah tiba kembali di Tanah Air, sementara 175 haji masih berada di Makkah menunggu jadwal kepulangan berikutnya,” kata Penanggung Jawab Program Kesehatan Haji Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu Kurniawan Arianto Abdul Gani di Bengkulu, Senin.
Kurniawan mengatakan pihaknya mencatat total peserta haji Bengkulu yang diberangkatkan ke Arab Saudi pada musim haji 2026 sebanyak 1.344 orang.
Dari jumlah tersebut, dua orang meninggal dunia selama menjalankan rangkaian ibadah haji atas nama Tukiman Sadi Kromo Karso (54) asal Kota Bengkulu yang wafat pada 29 April 2026 di Madinah dan Mustina Abdul Basir (66) asal Kabupaten Bengkulu Utara yang wafat pada 1 Juni 2026 di Makkah.
Hingga saat ini tidak terdapat jamaah haji Bengkulu yang menjalani perawatan di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI). Namun dua orang masih dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) di Jeddah.
Kedua orang tersebut adalah Umi Kasnini Rasyid Dersai (63) asal Kota Bengkulu yang dirawat di RSAS Jeddani Hospital Jeddah serta Kasmid Kasan bin Kasan (80) asal Kabupaten Kaur yang dirawat di RSAS Ibnu Sina Jeddah.
Dalam aspek pelayanan kesehatan, kata dia, petugas kesehatan memberikan 10 layanan kesehatan kepada jamaah dengan total akumulasi pelayanan kesehatan yang telah diberikan mencapai 5.795 layanan.
Selain itu petugas juga melakukan 10 visitasi terhadap jamaah prioritas risiko tinggi (pristi). Dengan tambahan tersebut, lanjutnya, total akumulasi visitasi yang telah dilakukan selama penyelenggaraan ibadah haji mencapai 6.061 kali.
Dinkes Provinsi Bengkulu menyebut penyakit yang paling banyak ditemukan pada jamaah haji hingga saat ini masih didominasi Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), hipertensi, diabetes melitus, dan faringitis.
Pihaknya mengimbau jamaah haji yang telah kembali ke Tanah Air untuk melakukan pemantauan kesehatan secara mandiri selama 21 hari sejak kedatangan.
Pewarta: Boyke Ledy WatraUploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.