Kota Bengkulu, Bengkulu (ANTARA) - Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Bengkulu mencatat sejak Januari hingga akhir Mei 2026, pendapatan negara dari sektor kepabeanan di Provinsi Bengkulu mencapai Rp1,75 miliar.
"Untuk persentase realisasi penerimaan dari target penerimaan kepabeanan di Provinsi Bengkulu adalah 2,04 persen dari total target yang mencapai Rp58,92 miliar," kata Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean C Bengkulu Nazwar di Kota Bengkulu, Selasa.
Realisasi pendapatan negara tersebut terdiri atas beberapa sektor seperti bea masuk yaitu Rp954 ribu dari target Rp6,22 juta, bea keluar sebesar Rp1,09 miliar dari target yang ditetapkan mencapai Rp85,91 miliar.
Kemudian, cukai seperti denda administrasi cukai sebanyak Rp654,23 juta dari target penerimaan yaitu nol rupiah, serta dana sawit yaitu Rp409,49 juta.
Lanjut Nazwar, realisasi pendapatan negara tersebut salah satunya juga dipengaruhi oleh kelancaran arus barang di Pelabuhan Pulau Baai yang ikut membantu penerimaan dari sektor kepabeanan dan cukai.
Sementara itu, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DPJb) mencatat pendapatan negara hingga pertengahan Maret 2026 telah mencapai Rp409,50 miliar dari target yang ditentukan sebesar Rp3,33 triliun.
Pendapatan negara tersebut karena adanya pertumbuhan sektor industri pengolahan, khususnya komoditas sawit yang kinerjanya semakin kuat.
Kemudian, kelancaran arus barang di Pelabuhan Pulau Baai yang ikut membantu penerimaan dari sektor kepabeanan dan cukai, serta dari sektor penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang mencapai Rp121,86 miliar.
Irfan menyebut bahwa untuk realisasi pendapatan negara di Provinsi Bengkulu dari sektor penerimaan pajak yang mencapai Rp286,28 miliar, sektor kepabeanan dan cukai yaitu Rp1,36 miliar dan PNBP sebanyak Rp121,86 miliar.
Ia pun mengimbau semua pihak terkait di Provinsi Bengkulu membantu tercapainya realisasi pendapatan negara agar dapat meningkatkan ekonomi regional dan mendukung pertumbuhan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berorientasi ekspor.
Pewarta: Anggi MayasariUploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.