Istanbul (ANTARA) - Jumlah korban tewas akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,8 yang mengguncang wilayah selatan Filipina meningkat menjadi 37 orang, sementara empat orang lainnya masih dinyatakan hilang.
Tim penyelamat hingga Selasa terus melakukan pencarian di sejumlah wilayah terdampak parah di Pulau Mindanao, menurut laporan media setempat.
Gempa yang terjadi pada Senin pukul 07.37 waktu setempat di lepas pantai Provinsi Sarangani itu menyebabkan kerusakan luas di berbagai wilayah Mindanao. Sejumlah bangunan roboh, layanan listrik dan air terganggu, serta tanah longsor terjadi di beberapa lokasi, sebagaimana dilaporkan Philstar.
Wakil Juru Bicara Kantor Pertahanan Sipil (OCD), Diego Mariano, mengatakan sebanyak 33 korban jiwa tercatat di wilayah Soccsksargen. Dari jumlah tersebut, 18 orang meninggal di Provinsi Sarangani, 12 orang di Kota General Santos, dan tiga orang di South Cotabato. Empat korban jiwa lainnya dilaporkan berasal dari wilayah tetangga, Provinsi Davao.
Juru Bicara OCD, Junie Castillo, mengatakan sebagian besar korban meninggal akibat tertimpa puing bangunan dan struktur yang runtuh saat gempa terjadi.
Pihak berwenang juga melaporkan sedikitnya 479 orang mengalami luka-luka, terdiri atas 456 orang di Region 12 dan 23 orang di Provinsi Davao.
Pewarta: Cindy Frishanti OctaviaUploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.