Kota Bengkulu (ANTARA) - Kepolisian Sektor (Polsek) Teluk Segara Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu mengimbau kepada seluruh masyarakat khususnya para pedagang untuk waspada dan teliti saat menerima uang tunai guna mengantisipasi peredaran uang palsu.
"Kami mengimbau agar masyarakat, khususnya para pedagang, agar lebih teliti saat menerima uang tunai dan segera melapor apabila menemukan uang yang diduga palsu," kata Kapolsek Teluk Segara AKP Novrizal di Kota Bengkulu, Senin.
Ia mengatakan, jika masyarakat menerima atau mengetahui informasi terkait uang palsu dapat segera melapor ke pihak kepolisian agar dapat ditindaklanjuti.
Hal tersebut dilakukan sebab pihaknya telah menangkap AR, warga Kelurahan Surabaya Kota Bengkulu, karena diduga mencetak dan mengedarkan uang palsu dengan cara berbelanja ke pedagang kecil di kawasan Pasar Barukoto II.
Penangkapan tersebut dilakukan setelah polisi menerima informasi terkait peredaran uang palsu yang digunakan untuk bertransaksi di sejumlah lapak pedagang.
Ia mengatakan, saat ditangkap, pelaku tidak melakukan perlawanan dan langsung dibawa petugas kebersihan Polsek Teluk Segara Kota Bengkulu untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Berdasarkan pemeriksaan, polisi menyita sejumlah uang palsu dengan pecahan Rp20 ribu yang diduga dicetak sendiri menggunakan mesin printer atau mesin cetak.
Kemudian, penyidik juga melakukan pengembangan dengan mendatangi sejumlah pedagang yang diduga menjadi korban transaksi menggunakan uang palsu tersebut.
Novrizal menerangkan bahwa pelaku menggunakan modus sederhana untuk mendapatkan keuntungan yaitu uang palsu pecahan Rp20 ribu digunakan untuk membeli barang dengan harga berkisar Rp5 ribu sehingga pelaku memperoleh uang kembalian asli sebesar Rp15 ribu dari pedagang.
Hal tersebut dilakukan telah berulangkali dengan menyasar pedagang-pedagang kecil yang dinilai kurang teliti saat menerima uang dari pembeli, dan untuk menghindari kecurigaan, pelaku terlebih dahulu meremas uang palsu hasil cetakannya agar terlihat kusam dan menyerupai uang yang sudah lama beredar di masyarakat.
"Pelaku mengaku telah menjalankan aksinya sejak Januari lalu. Dari hasil pemeriksaan sementara, alasan yang disampaikan pelaku karena terdesak kebutuhan ekonomi," ujar dia.
Saat ini, polisi terus melakukan pemeriksaan intensif terhadap pelaku dan mendalami kemungkinan adanya lokasi lain yang menjadi sasaran peredaran uang palsu tersebut serta jumlah korban yang telah dirugikan.
Pewarta: Anggi MayasariUploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.