Kota Bengkulu (ANTARA) - Tiktokers sekaligus pegiat lingkungan Jerhemy Nemo kembali menjadi sorotan publik setelah membagikan aksi penebangan pohon sawit ilegal yang berada di kawasan hutan lindung di Aceh.
Melalui unggahan di akun media sosial pribadinya, Jerhemy mengungkapkan bahwa sekitar 10 hektare lahan yang ditanami sawit secara ilegal akan dikembalikan fungsinya menjadi kawasan hutan.
Dalam unggahannya, Jerhemy menjelaskan sebanyak kurang lebih 1.300 pohon sawit ilegal yang berada di kawasan hutan lindung akan ditebang sebagai bagian dari upaya restorasi ekosistem.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengembalikan kawasan yang sebelumnya mengalami alih fungsi lahan agar dapat kembali menjadi hutan alami.
“10 hektar atau sekitar 1300 pohon sawit ilegal yang berada di hutan lindung akan kita tebang untuk diubah menjadi hutan kembali!,” tulis Jerhemy dalam keterangannya Sabtu (4/7).
Baca juga: Genesis temukan sawit ilegal masih berproduksi di habitat Gajah Seblat
Baca juga: Prabowo panggil Mentan Amran bahas harga TBS sawit
Jerhemy mengatakan kegiatan tersebut telah dilakukan dengan persetujuan dan dukungan dari masyarakat setempat.
Selain itu, proses pemulihan kawasan hutan ini juga melibatkan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah 7 serta organisasi konservasi yang aktif melakukan pelestarian lingkungan di Aceh Tamiang.
Pewarta: Vonza Nabilla SuryawanEditor : Anom Prihantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.