Bengkulu (ANTARA) - Universitas Bengkulu (Unib) mengembangkan empat layanan bimbingan konseling melalui Unit Penunjang Akademik Bimbingan Konseling (UPA-BK) untuk mendukung kesehatan mental, kesejahteraan psikososial, dan pengembangan kapasitas civitas academica.
"UPA-BK dikembangkan sebagai pusat layanan yang tidak hanya berorientasi pada penyelesaian masalah, tetapi juga berfungsi sebagai sarana pengembangan kapasitas individu agar mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan akademik maupun sosial secara lebih adaptif," kata Kepala UPA-BK Unib Yessilia Osira di Bengkulu, Kamis.
Yessilia mengatakan empat layanan utama yang disiapkan UPA-BK meliputi bimbingan konseling individu, bimbingan konseling kelompok, bimbingan konseling keluarga, serta layanan pengembangan kapasitas yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan personal, sosial, dan akademik civitas academica.
Menurut dia, pengembangan layanan tersebut merupakan bagian dari upaya Universitas Bengkulu membangun lingkungan akademik yang sehat, inklusif, dan memiliki daya dukung bagi mahasiswa, dosen, maupun tenaga kependidikan.
Yesselia menjelaskan pembentukan UPA-BK pada 2025 menjadi langkah awal menghadirkan layanan bimbingan dan konseling yang profesional, sistematis, serta berkelanjutan. Sejak dibentuk, unit tersebut telah menyusun visi, misi, tujuan organisasi, mekanisme pelayanan, hingga melaksanakan Rapid Assessment Kerentanan Hidup Insan Akademika Universitas Bengkulu.
Hasil asesmen menunjukkan civitas academica memiliki tingkat kerentanan pada berbagai aspek kehidupan, meliputi aspek fisik, psikologis, sosial, ekonomi, dan spiritual. Selain itu, kehidupan kampus juga bisa menghadapkan civitas academica dengan berbagai persoalan seperti perundungan, pelecehan seksual, penyalahgunaan narkoba, serta tekanan akademik yang berpotensi mempengaruhi kesehatan mental.
Berdasar hasil kajian tersebut, Universitas Bengkulu memandang perlu menghadirkan sistem layanan bimbingan dan konseling yang lebih komprehensif agar civitas academica memperoleh pendampingan, pengembangan kapasitas, dan akses layanan yang lebih memadai.
Sebagai bagian dari penguatan layanan, UPA-BK mulai menyosialisasikan program kerjanya kepada seluruh fakultas. Sosialisasi perdana dilaksanakan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik serta Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan dengan memaparkan visi, misi, program kerja, mekanisme layanan, dan hasil asesmen yang menjadi dasar penyusunan program intervensi.
Tim UPA-BK menyerahkan media sosialisasi berupa banner layanan kepada masing-masing fakultas serta mengajak civitas academica memanfaatkan layanan konsultasi yang tersedia, baik secara tatap muka maupun daring, sehingga layanan dapat diakses dengan lebih mudah, cepat, dan nyaman.
Pewarta: Boyke Ledy WatraUploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.