Kota Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu, Provinsi Bengkulu dapat memperkuat pelayanan, pembinaan masyarakat, serta deteksi dini terhadap berbagai persoalan di lingkungan warga dengan menempatkan satu anggota Satpol PP di setiap kelurahan melalui Program Praja Wibawa Pembina Warga (Prabawa).
Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi di Bengkulu, Selasa, menyebut bahwa Program Prabawa merupakan langkah strategis yang akan memperkuat kehadiran pemerintah di tingkat kelurahan.
"Dengan keberadaan satu anggota Satpol-PP di setiap kelurahan akan memudahkan koordinasi dalam menjaga ketertiban sekaligus memberikan pelayanan kepada masyarakat di Kota Bengkulu," ujar dia.
Untuk itu, ia meminta agar seluruh lurah di Kota Bengkulu dapat membangun sinergi dengan personel Prabawa, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Linmas, hingga tokoh masyarakat dan tokoh agama.
Dedy mengatakan untuk seluruh personel Prabawa diharapkan dapat menjadi jembatan kokoh yang memperkuat sinergi antara pihak pemerintah kota dan elemen masyarakat demi mewujudkan lingkungan yang kondusif.
"Jaga wibawa dalam bertugas. Anda adalah Praja Wibawa. Wibawa bukan hanya dari seragam, tetapi juga dari sikap dan perilaku. Bersinergi lah dengan Bhabinkamtibmas, Babinsa, kelurahan, Linmas, tokoh masyarakat, dan tokoh agama. Laporkan setiap perkembangan secara cepat dan akurat, karena Prabawa adalah mata dan telinga Pemerintah Kota Bengkulu di tengah masyarakat," kata Dedy.
Sementara itu, Kasatpol-PP Kota Bengkulu Sahat Marilutua Situmorang menerangkan bahwa Prabawa menjadi salah satu upaya pemerintah kota dalam menegakkan peraturan daerah guna mewujudkan aspek keamanan, ketertiban umum, dan kenyamanan masyarakat di seluruh wilayah administrasi Kota Bengkulu.
"Kami akan menempatkan satu personel Satpol PP di setiap kelurahan melalui program Prabawa. Tujuannya agar fungsi pembinaan kepada masyarakat dapat berjalan lebih maksimal, sekaligus menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan nyaman," sebutnya.
Dengan adanya program tersebut dapat memperkuat lini pembinaan masyarakat secara langsung, serta memotong birokrasi waktu respons penanganan berbagai konflik maupun persoalan ketertiban umum di lingkungan tingkat rukun tetangga masing-masing.
Ia menyebut bahwa program Prabawa tersebut dirancang agar personel Satpol-PP Kota Bengkulu tidak lagi berjarak, melainkan lebih dekat dan menyatu dengan masyarakat, serta mampu mengawal fungsi pembinaan secara berkelanjutan.
Sebab, keberadaan personel Satpol-PP di tingkat kelurahan nantinya tidak hanya mengemban fungsi pengawasan atau penindakan yang kaku.
Terapi akan diproyeksikan menjadi mitra strategis dan konsultan bagi masyarakat dalam merawat ketertiban umum, serta memastikan implementasi penegakan Peraturan Daerah (Perda) berjalan harmonis di tingkat bawah.
Pewarta: Anggi MayasariUploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.