Bengkulu (ANTARA) - Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkulu Utara Fitriansyah mengatakan Tim Ekspedisi Patriot 2026 dari Kementerian Transmigrasi akan memfokuskan pendampingan di kawasan transmigrasi Lagita pada penguatan sumber daya manusia (SDM), kelembagaan, dan penyusunan rencana aksi pengembangan potensi daerah.
"Untuk yang kali kedua ini akan lebih fokus terkait dengan aksi lapangannya. Kalau tahun lalu lebih pada penyusunan bahan dan pemetaan, sekarang mereka masuk pada aksi lapangan," kata Fitriansyah saat menyambut Tim Ekspedisi Patriot di Bengkulu Utara, Selasa.
Dia menjelaskan pendekatan aksi lapangan dipilih sebagai tindak lanjut hasil pemetaan potensi kawasan transmigrasi yang telah dilakukan Tim Ekspedisi Patriot pada 2025 di Pulau Enggano dan kawasan Lagita.
Menurut dia pendampingan tahun ini diarahkan pada transfer pengetahuan kepada masyarakat, baik dalam penguatan kelembagaan maupun peningkatan kapasitas SDM agar potensi kawasan dapat dikembangkan secara lebih optimal.
"Yang pertama adalah transfer pengetahuan kepada masyarakat, apakah itu kelembagaannya maupun sumber daya manusianya. Kemudian yang berikutnya adalah membentuk action plan terkait pengembangan potensi yang ada di kawasan Lagita," kata dia.
Selain memperkuat kapasitas masyarakat, tim juga akan menyusun rencana aksi pengembangan kawasan berdasarkan potensi yang telah dipaparkan pemerintah daerah sebagai dasar pelaksanaan program di lapangan.
Fitriansyah mengatakan pemerintah kabupaten akan mendukung penuh pelaksanaan kegiatan tersebut karena diharapkan mampu mempercepat pengembangan kawasan transmigrasi melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan Tim Ekspedisi Patriot.
Sementara itu, perwakilan Tim Ekspedisi Patriot mengatakan kegiatan tahun ini difokuskan pada implementasi hasil kajian melalui pendampingan masyarakat dan penguatan kelembagaan, sehingga program pengembangan kawasan dapat berjalan secara berkelanjutan.
Pewarta: Boyke Ledy WatraUploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.