Kota Bengkulu (ANTARA) - Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri (Dirjen BAK Kemendagri) Safrizal ZA berharap, program Praja Wibawa Pembina Warga (Prabawa) dapat memberikan perubahan positif dalam pelayanan kepada masyarakat sekaligus meningkatkan citra Satpol-PP.

Program Prabawa yang diinisiasi Satpol-PP Kota Bengkulu, yaitu menempatkan satu anggota Satuan Polisi Pamong Praja di setiap kelurahan di wilayah tersebut untuk memperkuat pelayanan, pembinaan masyarakat, sekaligus menjadi sistem deteksi dini terhadap potensi gangguan ketertiban di lingkungan warga.

"Saya mengapresiasi program Prabawa ini sebagai sebuah inovasi daerah. Tantangan utamanya adalah konsistensi. Laksanakan program ini secara berkelanjutan. Mudah-mudahan dalam satu hingga dua tahun ke depan persepsi masyarakat terhadap Satpol PP akan semakin baik," ujar dia di Kota Bengkulu, Selasa.

Dirinya berharap, program Prabawa menjadi contoh daerah lain dalam mengubah citra Satpol-PP agar dapat menjadi lebih dekat dengan warga.

Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi menerangkan program Prabawa strategis untuk mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat tingkat bawah, sebab keberadaan satu anggota Satpol-PP di setiap kelurahan bisa memotong jalur birokrasi koordinasi keamanan.

Program Prabawa merupakan inovasi Satpol-PP Kota Bengkulu dengan menempatkan satu personel di setiap kelurahan sebagai pembina warga melalui pendekatan yang humanis.

Kasatpol-PP Kota Bengkulu Sahat Marilutua Situmorang menjelaskan program Prabawa bertujuan mendekatkan pelayanan Satpol PP kepada masyarakat, memperkuat koordinasi dengan pemerintah kelurahan, serta mempercepat penanganan berbagai persoalan ketenteraman dan ketertiban umum melalui langkah-langkah persuasif.

"Untuk personel yang ditugaskan akan mengedepankan tindakan persuasif. Tujuan utamanya adalah menyelesaikan dinamika ketenteraman warga secara humanis sebelum berkembang menjadi konflik besar," kata dia.



Pewarta: Anggi Mayasari
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026