Rejang Lebong, Bengkulu (ANTARA) - Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu bersama Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong memperkuat kolaborasi program penanganan stunting melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting).
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu Zamhir Setiawan di Rejang Lebong, Selasa, mengatakan kolaborasi tersebut dibahas dalam audiensi bersama Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Rejang Lebong Hendri Praja.
"Kami meminta dukungan Pemkab Rejang Lebong agar program-program strategis nasional berjalan optimal, salah satunya percepatan penurunan stunting melalui Genting," ujar Zamhir.
Dia menjelaskan prevalensi stunting di Provinsi Bengkulu saat ini berada pada angka 18 persen, sedangkan Kabupaten Rejang Lebong mencatatkan angka 11 persen lebih. Angka tersebut melampaui capaian target nasional tahun 2029 sebesar 14 persen, namun Pemkab Rejang Lebong menargetkan penurunan yang lebih signifikan.
Upaya percepatan penurunan stunting melalui program Genting, kata dia, berfokus pada intervensi kualitatif, antara lain program bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi keluarga berisiko, penyediaan sarana air bersih, pembuatan jamban sehat untuk mencegah penularan penyakit, serta pemberdayaan ekonomi keluarga secara mandiri.
"Penanganan stunting harus dilakukan secara kolaboratif. Pemerintah pusat tidak bisa bergerak sendiri, karena seluruh sumber daya, tenaga penggerak masyarakat, serta sarana dan prasarana berada di daerah," kata Zamhir.
Selain membahas penanganan stunting, BKKBN Bengkulu dalam pertemuan dengan Plt Bupati Rejang Lebong juga menyampaikan undangan pelaksanaan peringatan Hari Penyuluh KB tingkat Provinsi Bengkulu yang dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Rejang Lebong pada Rabu (5/8).
Sementara itu, Plt Bupati Rejang Lebong Hendri Praja menyambut baik kolaborasi tersebut dan menegaskan komitmennya untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi maupun pusat.
"Kami menargetkan prevalensi stunting di Rejang Lebong menjadi satu digit atau di bawah 10 persen. Untuk itu kami mohon dukungan dari semua pihak guna mewujudkannya," ujar Hendri.
Pewarta: Nur MuhamadUploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.