Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP PA GMNI) Prof. Dr. Arief Hidayat menyambut baik pelurusan sejarah nasional lewat ditemukannya dokumen krusial kenegaraan.
"Syukur alhamdulillah pada detik-detik terakhir, akhirnya dokumen halaman pertama dan halaman 29 ditemukan, sehingga menambah keyakinan kita bersama yang tergabung dalam murid ideologi Bung Karno," kata Arief dalam pertemuan di Kantor DPP PA GMNI, Jakarta, Kamis.
Dokumen negara jilid kedua yang memuat draf otentik pembahasan BPUPK dan PPKI, saat ini telah berhasil ditemukan dan dipublikasikan secara resmi ke publik.
Arsip negara tersebut memastikan ditemukannya lembaran krusial, yakni halaman pertama (halaman 1) dan halaman terakhir (halaman 29) dari naskah asli pidato Bung Karno pada 1 Juni 1945, yang sebelumnya sempat dinyatakan hilang atau tidak ditemukan.
Dokumen ini membuktikan secara mutlak bahwa pidato Bung Karno 1 Juni-lah yang secara sah menjawab pertanyaan Ketua BPUPK, Radjiman Wedyodiningrat, mengenai dasar negara Indonesia merdeka.
"Pidato Bung Karno 1 Juni-lah yang menjawab pertanyaan Ketua BPUPK mengenai dasar negara, yaitu Pancasila, sehingga saling carut-marut mengenai sebenarnya lahirnya Pancasila kapan itu pun sudah terjawab, dan tidak ada keraguan bahwa disetujui bersama dasar negara Republik Indonesia adalah Pancasila," ujar Guru Besar Ilmu Hukum tersebut.
Pewarta: Fianda Sjofjan RassatUploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.