Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di kawasan Lampung Timur tidak hanya untuk mencegah gangguan kesehatan pada manusia, tapi juga upaya pemerintah melindungi cagar konservasi gajah Taman Nasional Way Kambas dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
OMC merupakan intervensi untuk meningkatkan potensi hujan dengan cara menyemai garam atau Natrium Klorida (NaCl) ke gumpalan awan menggunakan pesawat khusus berbasis data ilmiah yang melibatkan tim ahli BNPB, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), dan TNI Angkatan Udara (AU).
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan di Jakarta, Kamis, mengatakan perlindungan habitat satwa dilindungi tersebut menjadi salah satu atensi khusus Presiden Prabowo Subianto dalam upaya penanganan karhutla nasional.
"Presiden memberikan atensi khusus terhadap penanganan di wilayah Provinsi Lampung serta perlindungan konservasi gajah di Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur," katanya.
Berton menjelaskan penyemaian bahan semai garam (NaCl) difokuskan di wilayah Lampung Timur karena terdeteksi potensi pertumbuhan awan hujan yang dapat membasahi kawasan hutan serta memadamkan titik-titik api.
BNPB mengkonfirmasi dalam dua hari pelaksanaan operasi udara pada 26-27 Agustus 2026, tim satuan tugas telah mengudara dari Bandara Raden Inten II dan menyebar total 1.600 kg garam penyemai yang berhasil memicu hujan ringan di wilayah sasaran utama.
Pewarta: M. Riezko Bima Elko PrasetyoUploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.