Bengkulu (ANTARA) - Bank Indonesia menyebutkan partisipasi UMKM Provinsi Bengkulu dalam kegiatan Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 mampu menghasilkan penjualan Rp1,195 miliar secara daring dan Rp49,20 juta secara luring.
"Ini membuktikan bahwa UMKM Bengkulu layak bersaing dan bersanding dengan UMKM lain di Indonesia," kata Kepala Perwakilan BI Provinsi Bengkulu Wahyu Yuwana Hidayat di Bengkulu, Jumat.
Kantor Perwakilan BI Provinsi Bengkulu mencatat mengikutsertakan 32 UMKM pada KKI 2026 secara daring, sedangkan enam UMKM berpartisipasi secara luring. Partisipasi UMKM melalui KKI 2026 juga menjadi bagian dari upaya memperluas ruang pemasaran produk usaha kecil dan menengah asal Bengkulu.
Wahyu mengatakan capaian dari keikutsertaan UMKM Bengkulu dalam KKI 2026 menjadi bagian dari upaya memperkuat optimisme dan kolaborasi dalam mendukung UMKM daerah agar terus berkembang.
KKI 2026 menurut Wahyu Yuwana telah berlangsung pada 20-23 Agustus 2026 di Hall A dan B Jakarta International Convention Center (JICC).
Secara nasional, KKI 2026 diikuti 560 UMKM secara luring dan 1.860 UMKM melalui pameran daring dengan menampilkan beragam produk unggulan, mulai dari wastra, ready to wear, makanan dan minuman, home decor hingga karya kreatif generasi muda.
Penyelenggaraan KKI 2026 melibatkan lebih dari 27 kementerian, 24 asosiasi, praktisi, akademisi, influencer dan perbankan. Secara nasional, kegiatan itu menghasilkan penjualan sebesar Rp144,2 miliar, business matching senilai Rp169,9 miliar serta pembiayaan perbankan kepada UMKM sebesar Rp285 miliar.
KKI 2026 diselenggarakan sebagai bentuk komitmen pengembangan UMKM untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan melalui penguatan kapasitas, akses pasar dan pembiayaan.
Pewarta: Boyke Ledy WatraUploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.