Rejang Lebong, Bengkulu (ANTARA) - Perum Bulog Cabang Rejang Lebong yang membawahi tiga kabupaten di Provinsi Bengkulu menyalurkan 1.070 ton beras bantuan pangan alokasi Juli - September 2026 kepada 35.684 keluarga penerima manfaat (KPM) yang tersebar di 15 kecamatan di Kabupaten Rejang Lebong.
Pimpinan Cabang Perum Bulog Rejang Lebong Dian Zachriani mengatakan penyaluran bantuan dilakukan sekaligus pada September 2026, sehingga setiap keluarga menerima paket akumulasi sebanyak 30 kilogram beras.
Baca juga: Polres Rejang Lebong periksa ponsel personel cegah judi daring
"Alokasinya untuk tiga bulan, yaitu Juli, Agustus, dan September, tetapi penyalurannya dilakukan sekaligus pada bulan ini," kata Dian usai penyerahan bantuan secara simbolis di Kecamatan Bermani Ulu, Kabupaten Rejang Lebong, Kamis.
Dia menjelaskan, jumlah penerima bantuan pada periode ini mengalami penurunan sebanyak 1.688 KPM dibandingkan dengan periode sebelumnya yang mencapai 37.372 KPM.
Khusus untuk wilayah Kecamatan Bermani Ulu, kata dia, beras bantuan disalurkan kepada 1.994 penerima dengan total volume mencapai sekitar 59 ton. Sedangkan untuk penyaluran bantuan pangan di 14 kecamatan lainnya akan disalurkan pihaknya secara bertahap.
Baca juga: Pemkab Rejang Lebong lelang kendaraan dinas tua untuk efisiensi aset
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Rejang Lebong Hendri Praja berharap penyaluran bantuan tersebut dapat meringankan beban ekonomi masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pangan harian.
"Setiap penerima mendapatkan bantuan beras sebanyak 30 kilogram untuk tiga bulan. Harapannya tentu masyarakat terbantu dengan adanya kegiatan ini," kata Hendri.
Menurut dia, program bantuan pangan ini merupakan bagian dari langkah strategis pemerintah daerah bersama Bulog untuk menjaga ketahanan pangan, menstabilkan harga beras di pasar, sekaligus menekan laju inflasi di Kabupaten Rejang Lebong.
Pewarta: Nur MuhamadUploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.