Kendari (ANTARA) - Perum LKBN ANTARA memberikan pelatihan jurnalistik bertema Teknik Dasar Penulisan Berita Standar Kantor Berita kepada para mahasiswa Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pers beberapa universitas di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Perum LKBN ANTARA tahun 2026, yang menyasar mahasiswa unit kegiatan mahasiswa (UKM) pers dan calon jurnalis sebagai insan pers di masa mendatang.
Baca juga: LKBN ANTARA tingkatkan kualitas demi tangkal ancaman disinformasi di 2027
Kepala Biro ANTARA Sultra Zabur Karuru saat ditemui di Kendari, Jumat, mengatakan bhawa kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya ANTARA dalam mempersiapkan regenerasi di bidang jurnalistik.
"Ini salah satu usaha ANTARA untuk menciptakan regenerasi ke depannya, khususnya di bidang jurnalistik," kata Zabur.
Ia menjelaskan, UHO dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki jumlah mahasiswa jurnalistik dan penggiat pers kampus yang cukup banyak berdasarkan riset yang dilakukan ANTARA.
Baca juga: LKBN ANTARA beri literasi media mahasiswa UHO Kendari hadapi era digital
"Berdasarkan riset dari ANTARA, UHO ini salah satu kampus yang mahasiswa jurnalistiknya itu banyak, maka dari itu kita laksanakan kegiatan ini di UHO," ujarnya.
Menurut Zabur, materi yang diberikan dalam pelatihan tidak hanya membahas teknik penulisan berita pada media daring, tetapi lebih menekankan pada karakteristik penulisan kantor berita.
"Yang diajarkan ini mengenai menulis gaya kantor berita, bukan gaya media online. Nanti diajarkan bagaimana menulis menggunakan standar kantor berita secara internasional supaya ke depannya mereka bisa masuk ke mana saja," jelasnya.
Selain pelatihan, ANTARA juga menyiapkan program lanjutan untuk memperluas ruang belajar jurnalistik bagi mahasiswa, salah satunya dengan membentuk newsroom yang dapat menjadi wadah bagi pers mahasiswa.
Pewarta: La Ode Muh. Deden SaputraUploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.