Bengkulu (ANTARA) - Kalau sedang berkunjung ke Provinsi Bengkulu, jangan buru-buru melewatkan salah satu destinasi wisata yang berada Kota Bengkulu yakni Benteng Marlborough.
Bangunan yang berada di kawasan pesisir Pantai Tapak Paderi ini menyimpan jejak sejarah yang masih bisa dilihat hingga sekarang.
Benteng Marlborough dibangun Kolonial Inggris pada 1714 hingga 1719 yang tujuannya sebagai upaya memperkuat pertahanan sekaligus menjaga kepentingan perdagangan Inggris di wilayah Bengkulu pada masa itu.
Suasana kolonial kadang terasa di kawasan ini, sebagaimana ANTARA mengunjungi area wisata sejarah tersebut baru-baru ini.
Kini, benteng tersebut menjadi salah satu ikon Kota Bengkulu. Namun, keberadaannya mungkin belum terlalu dikenal oleh sebagian orang, terutama mereka yang belum atau baru pertama kali datang ke Bengkulu.
Baca juga: Gubernur: Festival Tabut lestarikan budaya dan gerakkan ekonomi
Padahal, sekali berkunjung, ada banyak hal yang bisa ditemukan di tempat ini. Bukan hanya tentang bangunan tua saja, namun Sobat ANTARA juga akan mendapatkan cerita tentang masa lalu Bengkulu yang pernah berada di bawah kekuasaan bangsa Inggris.
Jadi, kalau suatu saat berkunjung ke Bengkulu, Sobat ANTARA kini punya beberapa alasan kenapa Benteng Marlborough layak masuk daftar tempat yang di datangi.
1. Ada jejak kolonial Inggris yang masih berdiri
Kalau biasanya Sobat ANTARA mengenal sejarah, banyak wilayah Indonesia berada dalam kekuasaan Belanda dan Jepang pada periodenya. Di Bengkulu kita menemukan jejak sejarah yang tidak didapat di tempat lain, yakni tentang kekuasaan Inggris lewat peninggalannya, Benteng Marlborough.
Pewarta: Agung Ridho WijayaEditor : Anom Prihantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.