Kota Bengkulu (ANTARA) - Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi memastikan agar penyaluran atau pendistribusian air bersih kepada masyarakat yang mengalami kekeringan akan dilakukan secara berkala.
Untuk itu, dirinya meminta agar Perusahaan Air Minum Daerah (Perumda) Tirta Hidayah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu agar dapat menyiagakan kendaraan atau armada selama 24 jam.
"Bilamana memang kurang tangki, BPBD punya tangki untuk membantu menyuplai air. Jangan sampai masyarakat nanti sudah viral baru sampai," kata dia di Kota Bengkulu, Rabu.
Baca juga: Pemprov Bengkulu usul rehabilitasi Dermaga Kahyapu sebelum dihibahkan
Dengan armada yang disiagakan selama 24 jam tersebut guna memastikan kebutuhan masyarakat dapat segera ditangani sebelum persoalan berkembang menjadi krisis yang lebih besar.
Selain untuk menyalurkan air bersih, kendaraan dan personel siaga 24 jam tersebut juga dilakukan guna mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan lahan (karhutla) di wilayah Kota Bengkulu.
Dengan kondisi tersebut, Dedy meminta agar seluruh camat dan lurah di Kota Bengkulu untuk memperkuat sosialisasi kepada masyarakat, khususnya terkait larangan dan bahaya membakar lahan maupun sampah secara sembarangan.
Baca juga: Fasilitas lengkap, 10 pasangan pengantin ikuti program nikah massal gratis di Kota Bengkulu
"Kepada Bapak Camat, Lurah di sini, tolong sering-sering di grup RT ingatkan. Tolong kita semua waspada, jangan ada yang membakar lahan ataupun kalau bakar sampah tolong hati-hati," ujar dia.
Sebelumnya, Pemkot Bengkulu menyalurkan ratusan ribu liter air bersih kepada masyarakat di tiga kelurahan di wilayah tersebut yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air akibat kondisi kekeringan.
"Penyaluran air bersih ini merupakan bentuk kepedulian dan respons Pemerintah Kota Bengkulu dalam membantu masyarakat yang membutuhkan," terang Kepala Pelaksana BPBD Kota Bengkulu I Made Ardana.
Untuk tiga kelurahan yang menerima bantuan air bersih dari pemerintah kota, yaitu Kelurahan Sawah Lebar, Kelurahan Kebun Tebeng dan Kelurahan Beringin Raya.
Pendistribusian air bersih merupakan bagian dari upaya pemerintah memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi, khususnya bagi warga yang mengalami kesulitan memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari.
Baca juga: Pemkab Bengkulu Utara gandeng lima perguruan tinggi beri beasiswa
Dengan adanya penyaluran bantuan air tersebut menjadi salah satu wujud dan upaya pemerintah kota dalam membantu masyarakat yang mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan dasar berupa air di tengah kondisi cuaca saat ini.
Untuk proses pendistribusian air bersih tersebut, yaitu petugas mendatangkan mobil tangki berisi air bersih ke lokasi permukiman warga, dan menyalurkan air menggunakan selang ke wadah penampungan yang telah disiapkan masyarakat.
Made menjelaskan penyaluran air bersih tidak hanya dilakukan berdasarkan pemantauan petugas, tetapi juga dapat dilakukan berdasarkan laporan atau permintaan dari masyarakat.
"Bagi warga yang mengalami kesulitan memperoleh air dapat menyampaikan kebutuhan tersebut kepada PDAM maupun BPBD Kota Bengkulu. Nanti kami berkoordinasi dengan PDAM untuk melihat kebutuhan dan ketersediaan air di lokasi," ujarnya.
Pewarta: Anggi MayasariUploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.