Bengkulu (ANTARA) - PT Pelindo Regional 2 Bengkulu membangun rumah konservasi Alun Utara, Kabupaten Bengkulu Tengah, untuk menyelamatkan telur penyu dan mendukung kelestarian populasinya.
"Tanpa adanya rumah penyu ini mungkin, seperti disampaikan oleh teman-teman dari Unib maupun dari Pak Zul pelestari sebagai pelestari, banyak telur yang dikonsumsi oleh masyarakat sehingga penyu tidak bisa terlestarikan atau dalam kata lain penyu-penyu itu akan punah," kata General Manager PT Pelindo Regional 2 Bengkulu Dimas Rizky Kusmayadi di Bengkulu, Selasa.
Dimas mengatakan pembangunan rumah konservasi menjadi salah satu upaya Pelindo membantu pelestarian penyu yang menghadapi ancaman terhadap keberlangsungan populasinya.
Menurut dia Pelindo bersama Yayasan Kesejahteraan Madani (Yakesma) melakukan evaluasi terhadap sejumlah wilayah sebelum menetapkan Pusat Konservasi Alun Utara sebagai lokasi pembangunan fasilitas tersebut.
"Kita tentunya bekerjasama dengan Yakesma, kita melakukan evaluasi mana-mana wilayah yang memang bisa kita bantu dan akhirnya kita putuskan di Alun Utara," kata dia.
Menurut Dimas rumah konservasi tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk menjaga populasi satwa langka tersebut meskipun jumlah yang dapat ditangani masih terbatas.
"Dan dengan adanya konservasi ini diharapkan kita mulai melestarikan penyu walaupun dalam jumlahnya masih terbatas," katanya.
Dimas mengatakan program konservasi penyu merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pelindo sekaligus rangkaian kegiatan HUT Pelindo yang berlangsung hingga 1 Oktober.
Selain membangun rumah konservasi, Pelindo memberikan bantuan untuk mendukung keberlanjutan dan kemandirian pengelola kegiatan konservasi berupa kapal, mesin dan alat tangkap.
Business Manager Yakesma Apra Julianda mengatakan rumah konservasi yang dibangun memiliki ukuran 10x4 meter. Fasilitas tersebut dilengkapi dua bangunan berukuran 4x4 meter yang digunakan untuk pengeraman telur dan pemeliharaan tukik.
"Jadi memang di sini, telur itu harus diselamatkan, kalau tidak diselamatkan dimasukkan ke rumah penyu akan menjadi komoditas konsumsi," katanya.
Dia mengatakan bantuan yang diberikan juga ditujukan agar kegiatan konservasi dapat berjalan secara mandiri tanpa mengganggu perekonomian pengelola.
Program tersebut juga disertai mentoring dan pembinaan untuk menjaga keberlanjutan kegiatan konservasi sehingga tidak berhenti setelah bantuan diberikan.
Pewarta: Boyke Ledy WatraUploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.