Bengkulu (ANTARA) - Bupati Bengkulu Selatan Rifai Tajuddin memastikan petani di Kecamatan Seginim dan Air Nipis sebagai sentra produksi padi mendapatkan pasokan air untuk mendukung peningkatan produksi pertanian di daerah tersebut.
"Tidak ada alasan petani di Seginim, Air Nipis tidak dapat air. Indikatornya ketika petani tidak ada air, tanpa 'babibu' kami buka langsung, besoknya saya sudah bawa air ke pintu-pintu bendungan yang dibuka agar airnya lebih besar,” kata Bupati Rifai di Bengkulu Selatan, Rabu.
Rifai mengatakan pemerintah daerah berkomitmen memastikan kebutuhan air bagi petani sehingga lahan sawah di Seginim dan Air Nipis dapat dimanfaatkan secara optimal.
Menurut dia, ketersediaan air menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung keberhasilan petani meningkatkan produksi padi. Karena itu, pemerintah daerah akan memastikan kebutuhan air bagi lahan pertanian dapat terpenuhi.
Ia juga berharap benih padi sebanyak 7,8 ton yang akan disebarkan kepada petani di Kecamatan Seginim dan Air Nipis mampu meningkatkan hasil produksi pertanian.
"Mudah-mudahan benih ini yang hari ini 7,8 ton yang nanti disebarkan bagi petani kita di Kecamatan Air Nipis dan Seginim hasilnya memang harus luar biasa," katanya.
Panen raya padi di KWT Anugrah, Desa Darat Sawah, menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk memperkuat sektor pertanian sekaligus mempertahankan Seginim dan Air Nipis sebagai kawasan produksi pangan.
Kelompok Wanita Tani Seginim juga menyatakan kesiapan untuk terus mengembangkan lahan pertanian dan mengikuti pembinaan dari pemerintah daerah. Para petani tetap bergotong royong mengelola sawah meskipun sebelumnya sempat menghadapi cuaca ekstrem serta gangguan burung.
Hasil panen kali ini menjadi bukti kerja bersama petani dalam mengelola lahan pertanian. Kelompok Wanita Tani Seginim berharap pemerintah terus memberikan pembinaan agar kemampuan petani dalam mengembangkan produksi pertanian semakin meningkat.
Pewarta: Boyke Ledy WatraUploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.