Rejang Lebong, Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, mendorong modernisasi sektor pertanian melalui penerapan teknologi dan mekanisasi Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS) untuk meningkatkan produktivitas serta memperkuat ketahanan pangan daerah.
Sekretaris Daerah Kabupaten Rejang Lebong Iwan Sumantri mengatakan penerapan PM-AAS bukan sekadar perubahan pola tanam, melainkan bagian dari transformasi budaya kerja petani menuju sistem pertanian yang presisi, efisien, dan berkelanjutan.
"PM-AAS memanfaatkan teknologi presisi dan mekanisasi alat pertanian modern. Metode ini lebih hemat air serta mampu meningkatkan efisiensi biaya dan waktu," kata Iwan saat menghadiri gerakan tanam padi serempak di Desa Dusun Sawah, Kecamatan Curup Utara, Rejang Lebong, Rabu.
Baca juga: 10.469 kendaraan di Rejang Lebong manfaatkan program pemutihan pajak
Dia menjelaskan, pada kegiatan yang digelar Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBPMP) Provinsi Bengkulu tersebut, penanaman padi dilakukan menggunakan sistem tanam benih langsung (Tabela) memanfaatkan alat penebar beroda dua di lahan seluas dua hektare milik Kelompok Tani Maju Bersama.
Untuk memastikan keberhasilan program ini dirinya menginstruksikan Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Rejang Lebong agar bisa menjamin ketersediaan pupuk, benih unggul, serta kelancaran pasokan air irigasi.
"Kami menargetkan hasil panen mampu mencapai 8 hingga 10 ton per hektare. Mari jadikan momentum tanam serempak ini sebagai percikan semangat yang menyebar ke seluruh wilayah Rejang Lebong," ujarnya.
Baca juga: DPRD Rejang Lebong sahkan APBD Perubahan 2026 senilai Rp942,81 miliar
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DKPHP) Provinsi Bengkulu Sri Herlin Despita mengungkapkan bahwa produksi padi di wilayah Bengkulu mengalami penurunan rata-rata 3,14 persen per tahun pada periode 2022–2025.
Dengan luas baku sawah mencapai 43.545 hektare berdasarkan data ATR/BPN 2023, Provinsi Bengkulu tercatat masih mengalami defisit beras selama tiga bulan dalam setahun belakangan.
"Untuk mengatasi hal ini pemerintah menetapkan target tanam padi tahun 2026 seluas 102.576 hektare di seluruh Provinsi Bengkulu, dengan alokasi khusus untuk program PM-AAS seluas 8.215 hektare," tegas Sri Herlin.
Kepala BBPMP Provinsi Bengkulu Shannora Yuliasari memaparkan bahwa alokasi lahan program PM-AAS di Kabupaten Rejang Lebong mencapai 883 hektare yang tersebar di beberapa lokasi.
Baca juga: Pemkab Rejang Lebong biayai kepesertaan BPJS kesehatan 43.000 warga
Khusus di Desa Dusun Sawah, Kelompok Tani Maju Bersama mendapatkan intervensi bantuan berupa 140 kilogram benih padi varietas Ciherang, herbisida, dan pestisida. Kebutuhan pupuk pendukung diperkirakan mencapai 300 kilogram Urea dan 400 kilogram NPK per hektare.
Sedangkan Kepala Desa Dusun Sawah Ruslan mengapresiasi implementasi program PM-AAS di wilayahnya yang memiliki total luas baku sawah 109,76 hektare dengan frekuensi panen dua hingga dua setengah kali setahun.
"Kami sangat bersyukur atas bantuan dan penerapan program ini. Semoga PM-AAS dapat mendongkrak produktivitas dan kesejahteraan petani di Desa Dusun Sawah," kata Ruslan.
Pewarta: Nur MuhamadUploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.