Bengkulu (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan inflasi Provinsi Bengkulu pada September 2026 sebesar 3,38 persen (yoy) secara tahunan masih berada dalam kisaran target nasional.
“Kalau dari year on year tadi sebesar 3,38 persen itu sepertinya masih di toleransi ya. Dia kan ada plus minus satu dari target nasional. Berarti masih aman untuk saat ini,” kata Plt Kepala BPS Provinsi Bengkulu Sahranudin di Bengkulu, Kamis.
Sahranudin mengatakan kondisi inflasi tersebut tetap perlu menjadi perhatian karena masih terdapat waktu tiga bulan hingga akhir tahun yang dapat memengaruhi perkembangan harga di daerah.
Berdasarkan data BPS, inflasi tahunan Provinsi Bengkulu pada September 2026 sebesar 3,38 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 111,85 poin. Inflasi Kabupaten Mukomuko tercatat 4,39 persen (yoy) dengan IHK 113,21 poin, sedangkan Kota Bengkulu sebesar 3,05 persen dengan IHK 111,40 poin.
Inflasi tahunan di Provinsi Bengkulu terjadi karena kenaikan indeks harga pada seluruh kelompok pengeluaran, antara lain kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 4,08 persen serta kelompok transportasi sebesar 4,39 persen.
Selain itu, kenaikan indeks juga terjadi pada kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 2,10 persen, perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,62 persen serta perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 2,78 persen.
Kelompok lainnya yang mengalami kenaikan indeks yakni kesehatan sebesar 0,20 persen, informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 1,15 persen, rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 4,52 persen, pendidikan sebesar 1,22 persen, serta penyediaan makanan dan minuman restoran sebesar 3,85 persen.
Sementara itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatat kenaikan indeks sebesar 7,25 persen. Secara bulanan, inflasi Provinsi Bengkulu pada September 2026 sebesar 0,38 persen (mtm), sedangkan secara kumulatif sejak awal tahun mencapai 2,71 persen (ytd)
Sahranudin menyebutkan pengendalian inflasi tetap perlu dilakukan secara berkelanjutan karena perkembangan harga pada tiga bulan terakhir tahun ini masih dapat mempengaruhi angka inflasi secara keseluruhan.
Pewarta: Boyke Ledy WatraUploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.