Bengkulu (ANTARA) - Sejumlah komoditas hasil laut ikut memengaruhi perkembangan inflasi Provinsi Bengkulu pada September 2026 karena kondisi cuaca yang berdampak terhadap hasil tangkapan nelayan.
"Jadi memang ada beberapa ikan, komoditas ikan seperti ikan tuna, ada ikan tongkol, ikan ambu-ambu, udang basah. Penyebabnya (naiknya harga ikan laut) mungkin saat ini cuaca masih berpengaruh kepada kita,” kata Plt Kepala BPS Provinsi Bengkulu Sahranudin di Bengkulu, Kamis.
Sahranudin mengatakan kondisi cuaca yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir turut mempengaruhi aktivitas nelayan dalam mencari ikan di laut.
Menurut dia kondisi tersebut membuat sebagian nelayan belum berani melaut terlalu jauh sehingga dapat mempengaruhi hasil tangkapan dan ketersediaan ikan di pasar.
"Seperti kita ketahui beberapa minggu atau bulan ini kan cuaca sangat berpengaruh dan juga kemarin kita sepertinya masih ada dampak juga terkait dengan (aktivitas) Gunung Anak Krakatau) itu (nelayan belum berani untuk melaut terlalu jauh)," kata dia.
Berkurangnya hasil tangkapan nelayan kemudian mempengaruhi pasokan sejumlah komoditas hasil laut di tingkat konsumen, akibatnya berdampak terhadap perkembangan harga.
Sahranudin mengatakan komoditas hasil laut tersebut merupakan bagian dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami kenaikan indeks harga pada September 2026.
Berdasarkan data BPS, kelompok makanan, minuman, dan tembakau di Provinsi Bengkulu mengalami kenaikan indeks sebesar 4,08 persen (yoy) pada September 2026.
Secara keseluruhan, inflasi Provinsi Bengkulu pada September 2026 tercatat sebesar 3,38 persen (yoy) dengan Indeks Harga Konsumen sebesar 111,85 poin.
Sementara itu, inflasi bulanan pada September 2026, kata dia tercatat sebesar 0,38 persen (mtm) dan secara tahun berjalan mencapai 2,71 persen (ytd).
Pewarta: Boyke Ledy WatraUploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.