Kota Bengkulu (ANTARA) - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) mencatat realisasi pendapatan negara di wilayah Provinsi Bengkulu hingga awal Oktober 2026 telah mencapai Rp2,10 triliun dari total target yang telah ditentukan sebesar Rp3,08 triliun.

"Untuk kinerja pendapatan negara hingga awal Oktober 2026 mengalami kenaikan sebesar 12,24 persen jika dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya dengan total realisasi mencapai Rp2,01 triliun," kata Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) DJPb Bengkulu Zaid Burhan Ibrahim di Kota Bengkulu, Jumat.

Ia mengatakan kenaikan pendapatan negara, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yaitu Rp965,01 miliar, terjadi karena didorong peningkatan penerimaan perpajakan sejalan dengan membaiknya aktivitas ekonomi serta capaian Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di Provinsi Bengkulu.

Lebih lanjut ia mengatakan pendapatan negara di Provinsi Bengkulu terdiri atas beberapa sektor seperti penerimaan pajak yang mencapai Rp1,67 triliun, kepabeanan dan cukai yaitu Rp2,21 miliar dan PNBP sebesar Rp427,02 miliar.

Untuk penerimaan pajak di Bengkulu berasal dari pajak penghasilan (PPh) non migas, pajak pertambahan nilai (PPN), pajak bumi bangunan (PBB) dan pajak lainnya.

Selanjutnya, untuk realisasi PNBP lainnya tumbuh sebesar 13,36 persen yang didorong oleh penerimaan oleh satuan kerja Kepolisian RI seperti pendapatan buku pemilik kendaraan bermotor (BPKB), surat tanda nomor kendaraan (STNK), dan lainnya.

"Dengan kinerja PNBP tersebut mencerminkan pengelolaan keuangan yang akuntabel dan berkelanjutan dalam mendukung penyediaan layanan publik yang berkualitas, termasuk di bidang pendidikan dan kesehatan," sebutnya

Dengan realisasi pendapatan negara tersebut, Zaid mengimbau agar semua pihak terkait di Provinsi Bengkulu dapat membantu dalam merealisasikan pendapatan negara di wilayah tersebut, sebab dengan tingginya realisasi pendapatan negara di Provinsi Bengkulu dapat meningkatkan ekonomi regional dan mendukung pertumbuhan produk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang berorientasi ekspor.



Pewarta: Anggi Mayasari
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026