Gubernur Riau ajak umat Muslim doa minta hujan saat Idul Adha

Gubernur Riau ajak umat Muslim doa minta hujan saat Idul Adha

Kendaraan bermotor melintas di Jalan Sudirman yang diselimuti kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan, di Pekanbaru, Riau, Sabtu (10/8/2019). Kota Pekanbaru sudah sepekan lebih diselimuti kabut asap, Dinas Kesehatan Riau mengimbau warga untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan selalu mengenakan masker pelindung apabila beraktivitas di luar. (ANTARA FOTO/Rony Muharrman/foc.)

Pekanbaru (ANTARA) - Gubernur Riau Syamsuar mengeluarkan arahan kepada masyarakat, khususnya umat Muslim, untuk mewaspadai kabut asap kebakaran hutan dan lahan serta berdoa meminta hujan pada perayaan Idul Adha 1440 Hijriah pada Minggu besok tanggal 11 Agustus 2019.

“Untuk menghimbau (pada) sholat Idul Adha tanggal 11 Agustus 2019 atau 10 Zulhijah 1440 H besok, dimohon juga agar seluruh jamaah berdoa supaya Riau segera turun hujan,” kata Asisten I Sekretariat Daerah Pemprov (Setdaprov) Riau, Ahmad Syah Harrofie, menjelaskan arahan Gubernur Riau Syamsuar, kepada wartawan di Pekanbaru, Sabtu.

Ia mengatakan, Gubernur juga mengimbau jika besok kabut asap terlalu tebal, maka jamaah sebaiknya untuk sholat di dalam ruangan masjid.

Selain itu, Gubernur juga meminta agar Kepala Kantor Kementerian Agama di kabupaten dan kota bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kantor Urusan Agama (KUA) dan pengurus masjid setempat, segera melaksanakan Sholat Istisqa' (minta hujan) di wilayah masing-masing.

“Demikian arahan Gubernur untuk kita laksanakan bersama-sama,” kata Ahmad Syah Harrofie.

Asap pekat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, pada Sabtu pagi hingga siang hari. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru menyatakan polusi asap atau jerebu tidak hanya menurunkan jarak pandang, karena sudah sangat mencemari udara ke status tidak sehat.

Kondisi asap cenderung memburuk setelah pada Jumat (9/8) sore udara relatif bersih dan kualitas udara Pekanbaru membaik ke status sehat. Informasi konsentrasi partikulat (PM10) yang terkandung di udara sempat berada di status tidak sehat, karena melebihi 150 mikrogram per meter kubik.

Meski begitu, pada Sabtu malam BMKG Stasiun Pekanbaru menyatakan udara di Pekanbaru berangsur membaik. Pantauan terakhir pada pukul 19.00 WIB menunjukkan kualitas udara sudah turun ke status sedang.

Jumlah titik panas yang terpantau satelit pada pukul 16.00 WIB mencapai enam titik yang semuanya berlokasi di Kabupaten Indragiri Hulu. Jumlah tersebut jauh berkurang dibandingkan pada Sabtu pagi yang terpantau ada 71 titik panas di Riau yang jadi indikasi awal Karhutla.*

Baca juga: Pekanbaru kembali diselimuti asap pekat, kualitas udara tidak sehat

Baca juga: BMKG: Udara Pekanbaru Jumat sore membaik dari polusi asap Karhutla

Pewarta : FB Anggoro
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019