Peluang hujan kecil, Sumbar masih diselimuti kabut asap

Peluang hujan kecil, Sumbar masih diselimuti kabut asap

Foto arsip. Suasana kawasan pusat Kota Padang diselimuti kabut asap kiriman, di Sumatera Barat, Senin (19/8/2019). (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/ama)

Padang, (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Minangkabau memprakirakan peluang turunnya hujan di wilayah Sumatera Barat masih kecil dalam tiga hari ke depan sehingga kabut asap yang memperpendek jarak pandang diperkirakan masih akan menyelimuti wilayah Sumatera Barat.

"Beberapa wilayah di Sumbar diperkirakan hanya berpotensi hujan ringan selama tiga hari ke depan yakni di Kepulauan Mentawai, Padang Pariaman, Limapuluh Kota, Agam dan beberapa daerah lainnya," kata Kepala Seksi Obeservasi dan informasi BMKG Minangkabau Yudha Nugraha di Padang, Jumat.

Baca juga: Pemprov Sumbar bagikan 12 ribu masker antisipasi kabut asap

Selain itu, potensi kebakaran hutan hingga tiga hari ke depan dan perlu diwaspadai terjadi di wilayah Pasaman, Limapuluh Kota, Tanah Datar, Sijunjung, Dharmasraya, Kabupaten Solok, Pesisir Selatan, Sawahlunto dan Solok Selatan.

Saat ini jarak pandang di wilayah Padang hanya mencapai dua kilometer sampai empat kilometer akibat kabut asap. Yudha mengingatkan masyarakat bahwa kualitas udara semakin memburuk sehingga diajurkan untuk menggunakan masker apabila berada di luar ruangan untuk menghindari infeksi saluran pernafasan.

Ia juga mengatakan hingga saat ini terpantau sebanyak 764 titik panas di wilayah Sumatera dengan tingkat kepercayaan yang tinggi 81 sampai 100 persen.

Baca juga: Sejumlah penerbangan di Bandara Pekanbaru tertunda, akibat kabut asap

"Sedangkan untuk wilayah Sumbar sendiri terdapat dua titik api yakni di Solok dan Dharmasraya," ujar dia.

Ia juga mengatakan arah angin cenderung berhembus dari Tenggara ke Barat Laut dan penyebaran asap cenderung ke Barat Laut.

Diah Kurnia Sari (25), warga Kota Padang, berharap kabut asap yang menyelimuti wilayah Sumbar khususnya di Kota Padang segera hilang, mengingat sangat berpengaruh pada kesehatan masyarakat. 

"Saya kira cuaca mendung tersebut pertanda akan terjadi hujan, ternyata kabut asap," ujar Diah mengomentari kondisi kabut asap di Kota Padang. 

Baca juga: Kabut asap pekat, Jembatan Siak IV Pekanbaru seperti hilang

 
Pewarta : Laila Syafarud
Editor: Virna P Setyorini
COPYRIGHT © ANTARA 2019