Prevalensi penyakit tidak menular di Jakarta cenderung meningkat

Prevalensi penyakit tidak menular di Jakarta cenderung meningkat

Gedung Rektorat UI. (ANTARA/Foto: Feru Lantara)

Depok (ANTARA) - Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dr. Rudi Putranto mengatakan Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada tahun 2018 menunjukkan ada kecenderungan peningkatan prevalensi penyakit tidak menular di Indonesia termasuk di DKI Jakarta, seperti penyakit jantung, kencing manis dan kanker.

Untuk itu, Rudi di Kampus UI Depok, Kamis, mengatakan sebagai bentuk kepedulian civitas akademika terhadap masalah kesehatan masyarakat di DKI Jakarta maka dirasa perlu diadakan sebuah program untuk mengedukasi dan memberdayakan masyarakat dengan melakukan penyuluhan sehingga memahami dan mengenali gejala serta pengelolaan gangguan psikosomatik dan paliatif pada penderita penyakit tidak menular tersebut.

Perawatan paliatif adalah pelayanan kepada pasien yang penyakitnya sudah tidak bereaksi terhadap pengobatan kuratif, atau tidak dapat disembuhkan secara medis (stadium akhir), sedangkan psikosomatik adalah suatu kondisi atau gangguan ketika pikiran memengaruhi tubuh, hingga memicu munculnya keluhan fisik.

Baca juga: PERKI harap Menkes baru prioritaskan pelayanan penyakit jantung

Baca juga: Makan sehat olahraga dan jauhi rokok cegah penyakit jantung


Tim Pengabdian Masyarakat (Pengmas) FKUI menggandeng Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo, Yayasan Kanker Indonesia (YKI) serta menghadirkan para ahli selaku pembicara yaitu dr. Hamzah Shatri SpPD-KPsi, dr.Wulyo Rajabto, dan Ns. Suhwastuti dan Ns Mediana. Adapun peserta penyuluhan merupakan warga masyarakat yang bersinggungan langsung dengan pasien yang akan dibina guna menjadi kader masyarakat.

Tim Pengmas FKUI berupaya mengedukasi para kader terkait Perawatan Kesehatan Paliatif psikosomatik yang menekankan pada kualitas hidup pasien yang berfokus pada meringankan gejala serta memperbaiki fungsi. Perawatan paliatif bukan hanya sekedar merawat penyakit, melainkan lebih dalam lagi khususnya sisi emosional pasien.

Rudi berharap kegiatan ini dapat membuka wawasan masyarakat tentang makna kesehatan paliatif dan psikosomatik serta meningkatkan dukungan keluarga agar terjadi peningkatan kualitas hidup pada pasien.

"Program Pengmas ini dapat hadir memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat khususnya di dalam mendukung kualitas hidup pasien beserta keluarganya serta meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia dan pembangunan Nasional," katanya.*

Baca juga: Penyakit Kanker dan tumor otak miliki perbedaan secara klinis

Baca juga: Perhimpunan Onklogi Indonesia sarankan MDT tangani pasien kanker
Pewarta : Feru Lantara
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019