Kurir sepeda kebanjiran order, meski cuaca panas landa Jakarta

Kurir sepeda kebanjiran order, meski cuaca panas landa Jakarta

Kurir sepeda Westbike Messenger melintas di ruas jalanan Ibu Kota Jakarta mengantar kiriman paket pelanggan. (ANTARA/HO/Dok Westbike Messenger)

Jakarta (ANTARA) - Cuaca panas yang melanda Indonesia, khususnya Jakarta tidak menghalangi jasa kurir sepeda untuk melayani konsumen, bahkan kini kebanjiran pesanan menjelang akhir tahun.

"Justru di semester akhir setiap tahunnya grafik orderan kita pasti sedang melambung," kata Hendi Rachmat, pendiri salah perusahaan jasa kurir sepeda Westbike Messenger di Jakarta, Jumat.

Hendi mengatakan, peningkatan order atau pesanan mencapai 10 hingga 20 persen. Hal ini karena pada akhir tahun perdagangan elektronik atau e-commerce menggelar promo seperti promo 9-9, 10-10, 11-11 dan 12-12.

"Selama promo ini e-commerce memberikan ongkos kirim (ongkir) gratis pada tanggal-tanggal segitu kepada pembeli," katanya.

Menurut Hendi, dengan adanya promo gratis ongkir tersebut, orderan kurir sepeda justru meningkat 

"e-commerce tetap bayar jasa kurir sepeda, cuma pembeli yang tidak dikenai biaya ongkirnya," kata Hendi.

Baca juga: Pengusaha kurir sepeda Jakarta dukung ganjil genap
Baca juga: Kurir sepeda penyedia jasa logistik yang ramah lingkungan


Untuk menyiasati cuaca panas ibu kota, Hendi menginstruksikan para pekerjanya (kurir sepeda) untuk menjaga stamina dengan minum air putih yang banyak supaya terhindar dari dehidrasi.

Bagi kurir sepeda, pekerjaan sebagai kurir sudah menjadi minat (passion) sehingga suhu panas tidak menjadi kendala dalam menjalankan tugas mengantarkan pesanan.

"Panas adalah sahabat kami, paling mereka buru-buru sampai di suatu gedung tempat tujuan pengiriman barang supaya ngadem ya," kata Hendi yang juga menjabat Bendahara Umum Indonesia Bike Messenger Association.

Kurir sepeda Westbike Messenger melayani pengiriman barang dalam ukuran kecil, besar dan dokumen ke lima wilayah DKI Jakarta.

Selain di Jakarta, jasa kurir sepeda juga sudah tersebar di 25 kota di Indonesia di antaranya, Bandung, Surabaya, Lampung dan Medan.

Baca juga: Jakarta tuan rumah Kejuaraan Dunia Kurir Sepeda 2019
Baca juga: 23 negara daftar kejuaraan dunia kurir sepeda 2019
Kurir sepeda Westbike Messenger melintas di ruas jalanan Ibu Kota Jakarta mengantar kiriman paket pelanggan. (Antara/HO/Dok. Westbike Messenger)

Senada dengan Hendi, Ketua Indonesia Bike Messenger Association (IBMA) Duenno Ludissa mengatakan  secara teknis suhu panas tidak mempengaruhi layanan kurir sepeda di Indonesia maupun di Jakarta.

"Para kurir membawa persediaan air yang lebih dan menggunakan jaket ringan agar tidak terkena matahari langsung," kata Duenno.

Menurut Duenno, menghadapi suhu panas bagi para kurir sepeda bukanlah hal baru, justru tahun lalu suhu panas sampai 37 hingga 39 dersjat Celcius.

"Secara garis besar performa kurir sepeda tidak menurun," katanya.

Jasa kurir sepeda telah hadir di Indonesia sejak tahun 2013. Terdapat 30 komunitas kurir sepeda yang tersebar di 25 kota.

Untuk wilayah Jakarta terdapat tiga nama jasa kurir sepeda  yakni Westbike, Akumaru, dan Kamiantara.

"Dari 30 jasa kurir sepeda semuanya masih berbentuk komunitas, baru Westbike yang sudah berbentuk badan hukum perseroan terbatas," kata Duenno.

Duenno menambahkan, peningkatan permintaan jasa kurir sepeda terjadi hanya di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya dan Medan.

"Peningkatan orderan sekitar 10 persen," kata Duenno.

Baca juga: Membangun budaya kurir sepeda sebagai profesi ramah lingkungan
Baca juga: Kejuaraan dunia kurir 2019 sepeda ajang promosi produk lokal


Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan saat ini Indonesia dilanda suhu panas, dengan suhu tertinggi mencapai 39,5 derajat Celcius (2015).

Suhu panas yang terjadi di wilayah Indonesia merupakan fenomena akibat adanya gerak semu matahari yang merupakan suatu siklus yang biasa dan terjadi setiap tahun.

Potensi suhu udara panas seperti ini juga dapat berulang pada periode yang sama setiap tahunnya.

Khusus DKI Jakarta suhu udara diperkirakan masih berkisar antara 36 sampai dengan 37 derajat Celcius belum mencapai suhu maksimum.

BMKG mengimbau masyarakat yang terdampak suhu udara panas ini untuk minum air putih yang cukup untuk menghindari dehidrasi, mengenakan pakaian yang melindungi kulit dari sinar matahari saat beraktivitas di luar ruangan serta mewaspadai aktivitas yang dapat memicu kebakaran.
Baca juga: Enam langkah menjaga tubuh saat cuaca panas di Jakarta
Baca juga: Jakarta diprakirakan masih panas hingga sepekan ke depan
Pewarta : Laily Rahmawaty
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2019