BPBD Lebak waspadai banjir susulan

BPBD Lebak waspadai banjir susulan

Seorang warga menangis saat melihat rumahnya yang rusak akibat diterjang banjir bandang di Kampung Susukan, Lebak, Banten, Minggu (26/1/2020). Bupati Kabupaten Lebak Iti Octavia Jayabaya mengatakan pihaknya telah mengusulkan dua alternatif lahan di wilayah Kecamatan Rangkasbitung yang berjarak sekitar 25 kilometer dari lokasi bencana longsor dan banjir bandang yaitu di lahan Hak Guna Usaha (HGU) PTPN 8 dan ex-HGU swasta yang telah habis masa hak gunanya. ANTARA/Muhammad Bagus Khoirunas

Lebak (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Banten mewaspadai banjir susulan menyusul curah hujan sepanjang Minggu (26/1) sore hingga Senin (27/1) dinihari yang mengakibatkan meluapnya Sungai Ciberang hingga jembatan darurat terbuat dari bambu kembali hanyut.

"Kami sudah menerjunkan petugas kebencanaan ke lapangan untuk mencek tingkat kerusakan akibat luapan Sungai Ciberang itu," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebak Kaprawi di Lebak, Senin.

Baca juga: BPBD Lebak tidak temukan warga korban banjir kerawanan pangan

BPBD Lebak menyampaikan peringatan kewaspadaan dan sudah disampaikan melalui aparat kecamatan, desa, relawan dan masyarakat agar tetap waspada banjir bandang dan longsor susulan.

Baca juga: Relawan Jakarta bangun rumah singgah untuk korban banjir Lebak

Peringatan kewaspadaan itu untuk mengantisipasi terjadi bencana alam, terlebih ribuan warga Kabupaten Lebak masih banyak tinggal di bantaran sungai.

Baca juga: 807 rumah warga Lebak korban banjir direlokasi

Selama ini, curah hujan dipastikan cenderung meningkat di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TBGHS).

Bahkan, curah hujan yang terjadi Minggu (26/1) sore hingga dini hari dengan intensitas lebat dan sedang, sehingga kembali merobohkan bangunan jembatan darurat yang terbuat dari bambu.

Karena itu, BPBD Lebak akan mengirimkan perahu karet untuk menghubungkan penyeberangan darurat antardesa, apalagi anak-anak sudah memasuki sekolah dan mengikuti proses kegiatan belajar mengajar.

"Kami menyiapkan perahu karet itu agar penyeberangan berjalan lancar," ujarnya menjelaskan.

Menurut dia, berdasarkan laporan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) curah hujan cukup tinggi melanda sebagian wilayah Lebak.

Peluang curah hujan cukup tinggi dan berpotensi siang, sore, malam hingga dini hari, sehingga dapat menimbulkan bencana banjir bandang dan longsoran tanah.

"Kami minta warga yang berada di kaki gunung dan aliran sungai agar waspada untuk mengurangi risiko kebencanaan agar tidak menimbulkan korban jiwa," katanya menegaskan.

Sementara itu, sejumlah warga Desa Sukarame Kecamatan Sajira Kabupaten Lebak mengatakan bahwa jembatan gantung yang dibangun secara gotong royong oleh masyarakat setempat kembali hanyut setelah talinya terlepas akibat banjir susulan itu.

"Kami hari ini terpaksa menyeberang menggunakan perahu karet bantuan BNPB itu," kata Sodik (45) warga Somang Kecamatan Sajira Kabupaten Lebak.
Pewarta : Mansyur suryana
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 1970