Imigrasi Palu jemput bola mudahkan calon jamaah haji

Imigrasi Palu jemput bola mudahkan calon jamaah haji

Kepala Kantor Imigrasi Palu, Wahyu. (Foto Antara/Anas Masa (Antara/Anas Masa)

Palu (ANTARA) - Petugas Imigrasi Palu, Sulawesi Tengah menerapkan sistem jemput bola guna membantu dan memudahkan calon jamaah haji yang akan mengurus dokumen keimigrasian, khususnya paspor untuk menunaikan ibadah haji.

Kepala Kantor Imigrasi Palu, Wahyu kepada ANTARA, Senin membenarkan langkah itu semata-mata guna memberikan pelayanan bagi masyarakat yang ada di daerah-daerah, terutama para lansia.

"Kalau mereka datang mengurus langsung di Palu kasihan ada yang sudah lanjut usia dan mungkin tidak kuat lagi naik kendaraan," katanya.

Karena itu, petugas imigrasi mendatangi mereka yang ada di kabupaten-kabupaten dalam wilayah kerja Imigrasi Palu.

Wilayah kerja Imigrasi Palu meliputi, Kota Palu, Sigi, Donggala, Parigi Moutong, Poso, Buol dan Tolitoli.
Sementara kabupaten lainnya seperti Banggai, Banggai Kepulauan, Banggai Laut, Morowali dan Morowali Utara masuk dalam wilayah kerja Kantor Imigrasi Luwuk yang berpusat di Kabupaten Banggai.

Wahyu yang baru sekitar sebulan menjabat Kepala Kantor Imigrasi Palu menggantikan Suparman yang kini ditugaskan di Jakarta, mengatakan program jemput bola sudah dilakukan petugas Imigrasi Palu di dua kabupaten yakni Poso dan Parigi Moutong.

Di Kabupaten Poso, pihaknya memberikan layanan paspor haji kepada sebanyak 69 calon jemaah haji dan di Kabupaten Parigi Moutong lebih 100 calon jemaah haji yang juga mendapatkan pelayanan yang sama.

"Hanya saja, untuk mencetak foto dan paspor tidak bisa dilakukan di daerah dan harus di Kantor Imigrasi Palu," katanya.

Di daerah pelayanan hanya meliputi kelengkapan administrasi yang sesuai yang dibutuhkan dan juga langsung foto. Tapi setelah itu, cetak foto dan penerbitan paspor dilakukan di Palu.

Program dimaksud, kata Wahyu sangat direspon positif oleh masyarakat, karena memang memudahkan dan mengurangi biaya operasional para calon jemaah haji.

Menurut dia, jika mereka mendapatkan pelayanan langsung di daerahnya masing-masing otomatis selain dekat, juga tidak perlu mengeluarkan biaya transportasi maupun akomodasi seperti jika mereka harus ke Palu.

Hadijah, seorang calon jamaah haji menyambut dan memberikan apresiasi atas program jemput bola yang dilakukan petugas Imigrasi Palu dengan turun ke kabupaten-kabupaten untuk memberikan layanan paspor haji.

"Ini banyak membantu masyarakat, terutama masalah biaya transportasi dan penginapan jika harus datang mengurus paspor di Palu," katanya seraya menambahkan program dimaksud berlaku untuk hari libur pada Sabtu dan Minggu. 

Baca juga: 151 paspor calon haji diserahkan Imigrasi Batulicin-Kalsel

Baca juga: Imigrasi Palembang siapkan tim khusus layani paspor haji

Baca juga: Biaya paspor VIP Imigrasi Palembang Rp1.350.000 selesai satu hari
Pewarta : Anas Masa
Editor: Yuniardi Ferdinand
COPYRIGHT © ANTARA 2020