Cegah COVID-19, PERDOKHI minta publik bijak sikapi penundaan umroh

Cegah COVID-19, PERDOKHI minta publik bijak sikapi penundaan umroh

Ketua PP PERDOKHI Muhammad Ilyas dalam diskusi media bertema "Manfaat Optimalisasi Kesehatan Jemaah Haji dan Umrah" di Jakarta, Rabu (4/3/2020). (FOTO ANTARA/Katriana)

Jakarta (ANTARA) - Perhimpunan Kedokteran Haji Indonesia (PERDOKHI) mengatakan masyarakat perlu bijak menyikapi perlunya penundaan ibadah umroh guna mencegah kemungkinan penyebaran virus COVID-19.

"Terkait pembatasan atau pelarangan jamaah umroh sementara untuk berangkat ke Arab Saudi karena masalah COVID-19 itu sebenarnya kita harus menyikapinya dari dua aspek," kata Ketua PP PERDOKHI Muhammad Ilyas dalam diskusi media bertema "Manfaat Optimalisasi Kesehatan Jemaah Haji dan Umrah" di Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan dua aspek yang perlu dipahami terkait pelarangan sementara ibadah umroh tersebut adalah aspek keamanan dan kemungkinan penularan.

Dari aspek keamanan, Ilyas melihat bahwa pemerintah Arab Saudi perlu memberikan keamanan dan perlindungan kepada penduduknya sendiri.

"Tentu negara manapun juga akan memproteksi warganya, jangan sampai mereka terinfeksi atau tertular pengunjung dari negara lain," katanya.

Kemudian, aspek lain yang perlu disikapi secara positif adalah bahwa pelarangan perlu dilakukan agar jamaah-jamaah yang melaksanakan umroh tidak tertular oleh infeksi virus tersebut, yang mungkin tanpa sadar menjangkiti calon jamaah yang masuk dari negara yang terjangkit oleh virus tersebut.

"Barangkali ada jamaah yang lebih mudah menderita infeksi COVID-19 ketika ada jamaah dari negara lain yang masuk," katanya.

Ia menilai bahwa pemerintah Arab Saudi tentu akan melihat situasi dan kecenderungan tren penularan virus tersebut, tidak semata-mata ingin melakukan pembatasan tanpa pertimbangan.

"Apakah ada kecenderungan virus ini makin menurun atau makin meningkat," katanya.

Terkait perkembangan virus secara umum, Ilyas mengatakan bahwa masing-masing virus berdasarkan data epidemiologinya memiliki fase puncak.

"Sama halnya dengan MERS CoV, setelah dilihat tiga tahun terakhir mulai 2012, 2013 hingga 2014, rata-rata 'peak' angka virus itu meningkat pada April dan Mei," katanya.

Oleh karena itu, ia percaya bahwa pertimbangan-pertimbangan tersebut menjadi dasar bagi pemerintah Arab Saudi untuk menunda sementara perjalanan ibadah umroh atau melanjutkannya, demikian Muhammad Ilyas.

Baca juga: Perdokhi: Indonesia butuh rumah sakit haji di Mekkah

Baca juga: Kemenag sebut KKHI Mekkah setara rumah sakit tipe C

Baca juga: Perdokhi ingatkan Istitha'ah kesehatan penting bagi jamaah calon haji
Pewarta : Katriana
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020