Kemarin, angka COVID-19 hingga kemungkinan peniadaan shalat Idul Fitri

Kemarin, angka COVID-19 hingga kemungkinan peniadaan shalat Idul Fitri

Kapolres Bangka, AKBP M. Budi Ariyanto, SIK bersama sejumlah personel polisi, saat mendonorkan darah bakti kesehatan, HUT Bhayangkara ke 73, Selasa (25/6) (ANTARA/kasmono)

Jakarta (ANTARA) - Beragam berita humaniora pada Rabu (8/4) yang menarik perhatian pembaca mulai dari angka terbaru kasus COVID-19 di Indonesia hingga Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengatakan shalat Idul Fitri dapat ditiadakan jika pandemi COVID-19 tidak terkendali.

Berikut berita-berita humaniora kemarin yang masih menarik disimak hari ini:

1. Positif COVID-19 di Indonesia 2.956 kasus dan 222 pasien sembuh

Data terbaru per Rabu (9/4) siang menunjukkan total kasus positif COVID-19 di Indonesia sudah menyentuh angka 2.956 kasus dengan 222 pasien di antaranya sudah dinyatakan sembuh, menurut Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19.

Untuk melihat rincian lengkapnya bisa dibaca di sini

2. Kemenkes: Orang terinfeksi COVID-19 bisa tularkan ke hewan

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membenarkan temuan orang yang sudah terinfeksi COVID-19 dapat menulari ke hewan. Tapi Kemenkes menegaskan hal itu tidak termasuk kasus zoonotik.

Selengkapnya bisa dibaca di tautan berikut

3. Kapolri terbitkan surat telegram ajak anggotanya donor darah

Kapolri Jenderal Idham Aziz mengeluarkan instruksi pengerahan personel kepolisian untuk melakukan donor darah ketika Palang Merah Indonesia (PMI) mengalami kekurangan persediaan darah di tengah merebaknya kasus demam berdarah.

Berita lengkapnya dapat dilihat di sini

4. Shalat Idul Fitri ditiadakan jika COVID-19 tak terkendali, sebut MUI

Sekretaris Jenderal MUI Anwar Abbas mengemukakan bahwa shalat Idul Fitri tahun ini dengan massa yang banyak dapat ditiadakan jika wabah COVID-19 masih tidak dapat dikendalikan.

Fakta itu, kata dia, berdasarkan fatwa MUI yang sudah dikeluarkan tentang penyelenggaraan ibadah dalam situasi COVID-19.

Untuk membaca perihal ini bisa dibaca dalam tautan berikut
Pewarta : Prisca Triferna Violleta
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020