Kiat menanam hingga daur ulang sampah di apartemen ala Arifin Putra

Kiat menanam hingga daur ulang sampah di apartemen ala Arifin Putra

Aktor Arifin Putra. (Instagram/arifinputra_)

Jakarta (ANTARA) - Memiliki lahan sempit atau tidak sama sekali bukanlah alasan untuk tidak menghijaukan tempat tinggal, seperti di rumah maupun apartemen.

Menurut aktor Arifin Putra, terdapat sejumlah kiat untuk bercocok tanam di apartemen. Salah satunya adalah memilih media bertanam yang cocok, seperti hidroponik yang tidak menggunakan tanah.

"Kalau tinggal di apartemen gini bisa pesan hidroponik yang kecil, isinya ada 12 pot, dan tinggal isi air tiap hari," kata Arifin melalui siaran Instagram Live bersama Earth Hour Indonesia, Rabu.

Selain memperhatikan kadar air, ia menyarankan untuk memasang timer di lampu LED yang berfungsi sebagai pengganti cahaya matahari. Dengan adanya timer, pengguna tidak perlu repot mematikan lampu secara manual ketika dirasa cukup.

Tak hanya bertanam secara hidroponik, Arifin juga melakukan komposting di apartemennya. Caranya mudah, hanya konsisten untuk mengumpulkan sampah organik di sebuah wadah, lalu diletakkan di kompos besar yang ada di balkon.

Selain mendaur ulang sampah organik, limbah anorganik seperti karton susu, botol, dan sebagainya juga dapat didaur ulang di apartemen.

"Daur ulang di apartemen susah-susah gampang, ya. Biasanya memang disiapin dulu, dan dikumpulkan di sebuah wadah khusus. Lalu, seminggu sekali, kalau hari Minggu ada pengumpulan sampah daur ulang di apartemenku," kata Arifin.

Aktor film "Foxtrot Six" itu juga menyarankan untuk memberikan sampah anorganiknya ke bank sampah di DKI Jakarta, karena ia nilai cukup mudah untuk disalurkan.

"Kalau di DKI ada bank sampah gratis, selama kita ada sampah anorganik, minimal 3kg, mereka akan kirim truk untuk jemput, jadi mudah," tambah Arifin.

Baca juga: Tatjana Saphira ubah gaya hidup menuju "sustainable"

Baca juga: Cara Tatjana Saphira dan Arifin Putra rayakan Hari Bumi di rumah

Baca juga: Gaya hidup "zero waste" yang semakin dilirik
Pewarta : Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2020