Kaltara alokasikan anggaran Rp3,3 miliar untuk Tes Cepat Molekuler

Kaltara alokasikan anggaran Rp3,3 miliar untuk Tes Cepat Molekuler

Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Irianto Lambrie. Dokumen Pemprov Kaltara

Tarakan (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara alokasikan anggaran Rp3,3 miliar untuk bisa melakukan Tes Cepat Molekuler (TCM)  untuk uji swab COVID-19 secara mandiri di Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan.

"Kita alokasikan anggaran Rp3,3 miliar untuk pengadaan alat pendukung. Dan Alhamdulillah, tadi langsung direspons oleh Pak Doni Monardo selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19," kata Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie dalam siaran pers diterima di Tarakan, Sabtu.

Baca juga: Sembilan pasien positif COVID-19 di Nunukan memasuki fase pemulihan

Keinginan Pemprov Kaltara untuk bisa melakukan uji mandiri PCR sampel swab COVID-19 mendapatkan prioritas.

"Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, mudah-mudahan bulan ini kita sudah bisa melakukan uji swab secara mandiri," kata Irianto.

Menurutnya hal ini penting, karena selama ini pihaknya sering terkendala dengan lamanya menunggu hasil swab. Apalagi dengan kondisi seperti sekarang, di mana penerbangan sangat dibatasi.

Baca juga: Kasus positif COVID-19 di Tarakan bertambah tiga orang

ia menyebutkan dengan cepat menerima hasil tes swab, bisa cepat melakukan penanganan, seperti tracking dan lainnya.

Kaltara sebagai provinsi baru, dengan fiskal keuangan yang sangat kecil, namun mengalokasikan cukup besar anggaran untuk penanganan COVID-19, yakni sebesar Rp109 miliar yang terbagi untuk tiga fokus penanganan.

Kesehatan yang menempati porsi terbesar 60 persen, kemudian jaring pengaman sosial serta alokasi anggaran untuk pemulihan ekonomi.

Baca juga: Pemprov Kaltara tambah anggaran penanganan COVID-19 jadi Rp109 miliar
Pewarta : Susylo Asmalyah
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020