Pemerintah distribusikan catridge TCM percepat penanganan COVID-19

Pemerintah distribusikan catridge TCM percepat penanganan COVID-19

Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19 Achmad Yurianto saat konferensi video di Jakarta, Senin (4/5/2020). (ANTARA/Muhammad Zulfikar)

Jakarta (ANTARA) - Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19 Achmad Yurianto mengatakan pemerintah telah mendistribusikan catridge untuk mesin Tes Cepat Molekuler (TCM) TBC Resisten Obat ke sejumlah daerah guna percepatan penanganan virus tersebut.

"Catridge TCM telah didistribusikan untuk memperpendek waktu tunggu pemeriksaan spesimen di antaranya ke Sukabumi, Banyumas, Kediri, Lumajang, Palangkaraya, Balikpapan, Kendari, Sumbawa, Mimika, Merauke, Yapen, Sorong, Ternate, Nunukan dan Tarakan," kata dia saat konferensi video di Graha BNPB Jakarta, Senin.

Ia mengatakan pemerintah sudah mendatangkan sebanyak 1.500 catridge untuk mesin TCM TBC Resisten Obat dari rencana pengadaan tahap pertama sebanyak 172 ribu.

Pada tahap awal, ujar Yuri, pemerintah belum bisa memberikan dalam jumlah banyak. Kemudian bagi daerah yang telah mendapatkan kiriman catridge TCM diharapkan sudah bisa melakukan pemeriksaan antigen COVID-19 menggunakan mesin TCM TBC Resisten obat.

Baca juga: Pasien sembuh COVID-19 terbanyak di DKI Jakarta dan Sulawesi Selatan

Baca juga: Pasien sembuh COVID-19 jadi 1.954 orang, kasus positif capai 11.587


"Ini adalah upaya kita untuk meningkatkan pemeriksaan yang lebih banyak dan masif," katanya.

Kemudian tujuan dari pemeriksaan tersebut juga memprioritaskan kasus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) agar status mereka bisa ditentukan dengan cepat apakah konfirmasi positif atau bukan.

Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan positif, maka dua hal utama yang harus dilakukan yaitu isolasi mandiri ketat yang disertai layanan kesehatan komprehensif dan kedua sebagai acuan penelusuran kontak.

Dua hal itu, katanya, dinilai penting sekali. Sebab apabila tidak bisa melakukan isolasi kasus positif di tengah masyarakat maka akan menjadi sumber penularan baru sehingga upaya pemutusan mata rantai virus sulit dilakukan.

Terkait laboratorium pemeriksaan, 89 laboratorium PCR real time sudah diinvetarisasi dan mulai disiapkan agar semuanya bisa beroperasi untuk penanganan COVID-19.*

Baca juga: Jubir Pemerintah: COVID-19 jadi bencana nasional karena berdampak luas

Baca juga: Jubir Pemerintah: Pasien COVID-19 sembuh bertambah 211 menjadi 1.876
Pewarta : Muhammad Zulfikar
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020