Universitas Indonesia: Perlu kepemimpinan kuat hadapi pandemi COVID-19

Universitas Indonesia: Perlu kepemimpinan kuat hadapi pandemi COVID-19

Sekretaris Universitas Indonesia Agustin Kusumayati dalam tangkapan layar akun Youtube BNPB Indonesia saat menayangkan jumpa pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB, Jakarta, Jumat (29/5/2020). (ANTARA/Dewanto Samodro)

Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Universitas Indonesia Agustin Kusumayati mengatakan perlu kepemimpinan yang kuat agar Indonesia bisa menang dalam menghadapi perang terhadap pandemi COVID-19.

"Kita ibarat sedang berperang terhadap suatu ancaman. Dalam perang, komando harus jelas. Keputusan dan perintah harus jelas dan konsisten sehingga semua unsur bisa sinergis dan harmonis," kata Agustin dalam jumpa pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 yang dipantau melalui akun Youtube BNPB Indonesia di Jakarta, Jumat.

Agustin mengatakan selama ini Universitas Indonesia sudah menjalankan pola kerja sama pentahelix dalam menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi, termasuk dalam partisipasi penanganan COVID-19.

Universitas Indonesia bekerja sama dengan pemerintah, sesama perguruan tinggi, dunia usaha, ikatan alumni, dan media dalam melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi.

Baca juga: UI serahkan ventilator COVENT-20 ke RSCM

Baca juga: UI kembangkan alat deteksi pneunomia akibat COVID-19


"Di bidang pengabdian masyarakat, Universitas Indonesia memberikan layanan kesehatan langsung baik melalui rumah sakit pendidikan maupun klinik yang kami miliki," tuturnya.

Universitas Indonesia juga memberikan dukungan laboratorium yang ada di Rumah Sakit Pendidikan maupun Departemen Biologi untuk memeriksa spesimen baik yang dirujuk oleh pemerintah maupun secara mandiri oleh masyarakat.

"Dari Fakultas Kesehatan Masyarakat juga bekerja sama dengan pemerintah daerah yang lokasinya berdekatan dengan kampus kami untuk melakukan surveilans yang dilakukan mahasiswa dan dosen," katanya.

Bekerja sama dengan perguruan tinggi lain, Universitas Indonesia juga melakukan penelitian dalam mengembangkan alat cuci tangan dan ventilator bergerak.

"Untuk mobile ventilator, sudah ada pihak swasta yang berkomitmen untuk memproduksi 100 unit yang akan didistribusikan kepada layanan kesehatan yang memerlukan," jelasnya. 

Baca juga: UI ciptakan bilik swab test COVID-19 yang aman bagi tenaga kesehatan
Pewarta : Dewanto Samodro
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020