Arema FC belum terima laporan terkait uji cepat COVID-19 pemain

Arema FC belum terima laporan terkait uji cepat COVID-19 pemain

Ilustrasi - Petugas medis melakukan rapid tes atau tes cepat pada seorang jurnalis di Laboratorium Dinas Kesehatan, Malang, Jawa Timur, Senin (18/5/2020).

Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Manajemen tim Arema FC menyatakan belum menerima laporan dari tim dokter terkait hasil reaktif pada uji cepat atau rapid test COVID-19 terhadap dua pemain dari tim berjuluk Singo Edan itu.

Manager Arema FC Ruddy Widodo pada saat dikonfirmasi Antara mengatakan bahwa hingga saat ini dirinya belum menerima laporan terkait adanya dua pemain Arema FC yang hasil uji cepatnya dinyatakan reaktif, dan harus menjalani tes lanjutan.

"Tidak ada (laporan), dokter tidak memberikan informasi ke saya," kata Ruddy, saat dikonfirmasi Antara, dari Kota Malang, Jawa Timur, Jumat.

Berdasarkan informasi yang beredar, dua orang pemain dan staf pelatih Arema FC menjalani uji cepat COVID-19 secara pribadi. Uji cepat COVID-19 tersebut dilakukan untuk melengkapi dokumen saat akan melakukan perjalanan ke daerah lain.

Baca juga: Arema semprot "kandang singa" dengan desinfektan antisipasi COVID-19

Baca juga: Arema siapkan latihan tertutup antisipasi COVID-19


Dalam informasi yang beredar tersebut, dua pemain Arema FC dinyatakan reaktif, sementara untuk staf pelatih dinyatakan non-reaktif.

Sementara itu, Media Offiser Arema FC Sudarmaji mengatakan bahwa rapid test atau uji cepat dilakukan untuk mengukur tingkat imun seseorang. Rapid test saat ini sudah menjadi kebutuhan masyarakat yang ingin mendapatkan informasi terkait daya imun atau kesehatan.

"Rapid test itu untuk mengukur tingkat imun seseorang. Sekarang sudah menjadi kebutuhan masyarakat yang ingin mendapatkan informasi terkait daya imun atau kesehatan," kata Sudarmaji.

Pada Maret 2020, striker Persib Bandung Wander Luiz menjadi pemain sepak bola pertama di Indonesia yang terpapar virus Corona. Luiz menjalani tes bersama rekan-rekan satu timnya pada akhir Maret 2020.

Di Indonesia, hingga saat ini tercatat ada secara keseluruhan terdapat 29.521 kasus positif COVID-19. Dari total kasus positif tersebut, sebanyak 9.443 orang dinyatakan sembuh, sementara 1.770 orang meninggal dunia.

Baca juga: Arema FC bagi paket bantuan bagi warga untuk kurangi dampak COVID-19

Baca juga: Arema salurkan bantuan APD untuk tenaga medis

Pewarta : Vicki Febrianto
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020