DP2KB: Saat pendemi, angka kelahiran di Mataram naik 12 persen

DP2KB: Saat pendemi, angka kelahiran di Mataram naik 12 persen

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Mataram, Sudirman. ANTARA/Nirkomala/am.

Mataram (ANTARA) - Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menyebutkan, angka kelahiran selama pandemi COVID-19 di daerah ini naik 12 persen dari kondisi normal.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Mataram Sudirman di Mataram, Selasa, mengatakan, selama tiga bulan terakhir sampai, tingkat kelahiran di Mataram tercatat 444 orang.

"Jumlah itu meningkat 12 persen dibandingkan kondisi normal. Dalam kondisi normal, tidak pernah ada kelahiran mencapai 100 orang per bulan," sebutnya.

Baca juga: Pandemi COVID-19 tidak berpengaruh pada angka kehamilan di Bekasi
Baca juga: Dokter minta ibu hamil tidak khawatir melahirkan saat pandemi


Menurutnya, kondisi itu salah satunya dipengaruhi karena kebijakan pemerintah selama pandemi COVID-19, menyarankan masyarakat di rumah saja, sehingga waktu bersama keluarga lebih banyak.

"Hal ini memang menjadi kendala kita karena porsi kumpul terlalu banyak, serta keterlambatan informasi penggunaan alat kontrasepsi. Banyak yang datang minta pelayanan KB, tapi ternyata sudah positif hamil," ujarnya.

Sementara, kata Sudirman, salah satu indikator kinerja DP2KB adalah menekan angka kelahiran dengan mengatur jarak. Artinya, jika angka kelahiran meningkat maka kinerja DP2KB dianggap kurang baik.

Ia mengatakan, pihaknya terus berusaha optimal memberikan pelayanan pemasangan alat kontrasepsi dengan tetap mengacu pada protokol pencegahan COVID-19.

"Pelayanan KB tetap kita laksanakan dengan mengatur jadwal secara sif-sifan dan selama pandemi tidak ada pelayanan di posyandu," katanya.

Dengan cara itu, pihaknya berharap target 60.072 orang pemasangan alat kontrasepsi terhadap 75 ribu pasangan usia subur bisa tercapai 100 persen sampai akhir 2020.

Baca juga: Melahirkan di tengah wabah, cara agar bayi tak terinfeksi COVID-19
Baca juga: Jalani kehamilan saat pandemi COVID-19, ini yang harus dilakukan


Menurut dia, realisasi sampai 31 Mei 2020 tercatat baru mencapai 9.996 orang atau sangat jauh di bawah realisasi jika dibandingkan realisasi tahun sebelumnya pada bulan yang sama.

"Jika tahun-tahun sebelumnya, pada akhir Mei, realisasi pemasangan alat kontrasepsi sudah mencapai belasan ribu. Sekarang baru 9.996 orang dari target 60.072 orang," katanya.

Terkait dengan itu, Sudirman yang sebelumnya menjabat sebagai Camat Selaparang ini berharap pandemi COVID-19 bisa segera berakhir agar pelayanan bisa dilaksanakan secara maksimal.

Dia juga punya harapan pada tanggal 29 Juni 2020, yang merupakan puncak peringatan hari keluarga nasional (Harganas) dimana sebelumnya akan dipusatkan di Sumatera Barat, namun karena COVID-19, Harganas tahun ini ditiadakan.

"Kegiatannya diganti dengan pemberian pelayanan KB serentak di masing-masing daerah binaan. Semoga pasangan usia subur dapat memanfaatkan kesempatan tersebut secara maksimal," katanya.

Baca juga: KASAD: RSPAD sediakan ruang khusus ibu hamil positif COVID
Baca juga: Dua perempuan hamil dengan COVID-19 lahirkan bayi sehat
Pewarta : Nirkomala
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020