KY tak bisa intervensi vonis hakim terhadap penyerang Novel

KY tak bisa intervensi vonis hakim terhadap penyerang Novel

Ketua Komisi Yudisial Jaja Ahmad Jayus. ANTARA/Fathur Rochman/aa.

Jakarta (ANTARA) - Ketua Komisi Yudisial Jaja Ahmad Jayus mengatakan pihaknya tidak bisa mengintervensi vonis hakim, selama putusan itu berdasarkan fakta hukum di persidangan.

Hal tersebut dia kemukakan menanggapi pertanyaan wartawan berkaitan dengan vonis satu tahun yang kemungkinan dijatuhkan hakim terhadap Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette, dua terdakwa kasus penganiayaan terhadap penyidik KPK Novel Baswedan.

"Selama proses itu sesuai dengan fakta dan fakta hukum di persidangan, KY tentunya mempersilahkan kepada para hakim memutus sesuai dengan fakta hukum di persidangan, KY atau siapapun tidak bisa intervensi," ucap Jayus saat ditemui di Gedung KPK, Jakarta, Jumat.

Baca juga: KPK akan pantau sidang kasus penyiraman air keras Novel Baswedan
Baca juga: Jaksa tetap tuntut penyerang Novel 1 tahun penjara
Baca juga: Jaksa Agung akan evaluasi tuntutan jaksa kasus Novel Baswedan


Jayus mengatakan saat ini pihaknya terus memantau jalannya persidangan tersebut. Dia juga menyebut bahwa KY telah menerima laporan dari masyarakat yang berisi permohonan untuk dilakukan pemantauan terhadap persidangan yang mengundang perhatian publik itu.

Jika nantinya ditemukan pelanggaran kode etik oleh hakim dalam persidangan, Jayus menegaskan akan memproses hal tersebut.

"Kalau tidak ada pelanggaran etik kita nyatakan tidak terbukti, kalau ada pelanggaran kode etik kita nyatakan terbukti," kata dia.

Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut) akan membacakan vonis terhadap Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis pada Kamis, 16 Juli 2020 pukul 10.00 WIB.

Alasan JPU Kejari Jakut menuntut 1 tahun terhadap Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis karena menilai para terdakwa tidak sengaja menyiramkan air keras ke mata Novel dan hanya akan memberikan pelajaran kepada Novel dengan menyiramkan asam sulfat ke badan namun di luar dugaan mengenai mata Novel.

Keduanya dinilai terbukti melakukan dakwaan subsider pasal 353 ayat (2) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Baca juga: Sidang kasus penyiraman Novel Baswedan masuk tahap pemeriksaan saksi
Baca juga: Politisi PSI: Dua keanehan tuntutan Jaksa dalam perkara Novel Baswedan
Baca juga: IPW hargai tuntutan jaksa kepada terdakwa penyiram air keras Novel
Pewarta : Fathur Rochman
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2020