Pasien COVID-19 di Kota Madiun-Jatim bertambah menjadi 15 orang

Pasien COVID-19 di Kota Madiun-Jatim bertambah menjadi 15 orang

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Madiun, Jatim Noor Aflah. (FOTO ANTARA/HO-Diskominfo Kota Madiun/ Lr)

Madiun, Jatim (ANTARA) - Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Kota Madiun, Jawa Timur, mencatat satu tambahan kasus baru pasien positif COVID-19 di wilayah itu sehingga keseluruhan kasus positif bertambah menjadi 15 orang.

"Pada hari Sabtu 4 Juli 2020, Kota Madiun mendapat satu kasus tambahan terkonfirmasi positif COVID-19 sehingga jumlah totalnya ada 15 kasus positif corona," kata Juru Bicara Tim GTPP COVID-19 Kota Madiun Noor Aflah di Madiun, Sabtu malam.

Sesuai data, pasien ke-15 ini masih kontak erat dengan yang pasien nomor 8. Pasien nomor 15 merupakan keluarga dari nomor 8 yang merupakan warga Kelurahan Banjarejo, Kecamatan Taman.

Adapun, pasien nomor 8 terkonfirmasi positif COVID-19 pada 26 Juni 2020. Dia merupakan seorang laki-laki dan bekerja di PT Pertamina di Jakarta.

Yang bersangkutan sempat dipindahkan ke Bojonegoro dan kemudian sakit. Dia memilih pulang ke Kota Madiun dan terkonfirmasi COVID-19 dalam tes usap tenggorokan (swab)-nya.

"Jadi dari kasus nomor 8 ini kemudian kontak erat dengan tiga anggota keluarga. Ketiganya, sekarang menyusul terkonfirmasi positif," katanya.

Aflah menjelaskan, selain penambahan kasus baru, jumlah pasien COVID-19 yang dinyatakan sembuh di Kota Madiun juga bertambah.

Hingga tanggal 4 Juli 2020, total sudah ada tujuh pasien COVID-19 yang sembuh atau negatif. Pihaknya berharap, semakin banyak pasien yang sembuh dan penambahan kasus baru dapat ditekan.

Sesuai data, dari sebanyak 15 pasien COVID-19 di Kota Madiun, sebanyak tujuh orang di antaranya telah dinyatakan sembuh dan delapan orang lainnya masih menjalani perawatan dan karantina.

GTPp meminta warga Kota Madiun terus meningkatkan kewaspadaan dan juga disiplin menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran COVID-19.

"Setiap kasus positif ini harus menjadi pembelajaran bagi kita semua. Dengan berdisiplin menerapkan protokol kesehatan setidaknya kita sudah berupaya memutus rantai penularan corona," demikian Noor Aflah.

Baca juga: Gubernur ingatkan warga Kota Madiun tetap patuhi protokol kesehatan

Baca juga: Pemkot fasilitasi rapid test gratis peserta UTBK asal Kota Madiun

Baca juga: Pemkot Madiun umumkan tambahan dua kasus positif COVID-19

Baca juga: Dari merah ke zona kuning, warga Madiun diajak pertahankan status
Pewarta : Louis Rika Stevani
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020