BPS: Bisnis transportasi di Sumatera Selatan tertekan selama pandemi

BPS: Bisnis transportasi di Sumatera Selatan tertekan selama pandemi

Petugas kebersihan membersihkan pegangan tangan (hand grip) gerbong Light Rail Transit (LRT) di Stasiun Cinde LRT Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (4/3/2020). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/foc.

Palembang (ANTARA) - Badan Pusat Statistik merilis bisnis transportasi di Sumatera Selatan tertekan selama pandemi COVID-19 dalam kurun dua bulan, April-Mei 2020 yang terjadi di semua lini baik darat, laut maupun udara.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Selatan Endang Tri Wahyuningsih di Palembang, Senin, mengatakan penumpang angkutan laut selama periode tersebut tercatat nihil.

Sementara untuk angkutan udara, hanya 141 penumpang penerbangan internasional dan 20.910 penumpang domestik.

Adapun untuk angkutan penumpang kereta api tercatat nihil pada Mei 2020, sementara bulan sebelumnya hanya 14.786 penumpang.

Ia mengatakan, pandemi COVID-19 mengakibatkan tidak beroperasinya angkutan laut dan kereta api. Sementara untuk transportasi udara ada penutupan akses penerbangan pada April 2020.

“Angkutan udara masih ada ‘nafas’ di penerbangan domestik, sementara untuk moda kapal dan kereta api sama sekali tidak mengangkut penumpang,” kata dia.

Endang menjelaskan BPS mencatat jumlah penumpang dari tiga pintu utama sektor transportasi tersebut, yakni Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Pelabuhan Boom baru Palembang dan Stasiun Kertapati Palembang.

Penutupan akses untuk penumpang di tiga moda transportasi tersebut sebagai upaya pengelola untuk mengurangi penyebaran COVID-19.

Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (Persero) memperpanjang pemberhentian 5 perjalanan kereta api jarak jauh dari dan menuju Stasiun Kertapati sampai 31 Juli 2020.

Manager Humas Divre III Palembang, Aida Suryanti, mengatakan, perpanjangan pembatalan perjalanan kereta api dilakukan PT KAI dengan mempertimbangkan situasi tingkat penyebaran COVID-19 yang masih bertambah.

“Sebelumnya penghentian perjalanan dilakukan sampai 30 Juni 2020, namun mengingat perkembangan COVID-19 yang masih bertambah, kami putuskan untuk diperpanjang,” kata dia.

Baca juga: Jumlah penumpang di Bandara Bali turun 47 persen pada Januari-Mei 2020

Baca juga: Bandara Pekanbaru tetap sepi setelah penerbangan diaktifkan


Baca juga: BPS catat penurunan pengguna moda transportasi
Pewarta : Dolly Rosana
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020